Kanker serviks adalah yang kedua setelah kanker ovarium sebagai tumor ganas pada saluran reproduksi wanita, dengan hampir 600.000 kasus baru dan sekitar 300.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun. Di Cina, ada sekitar 135.000 kasus baru setiap tahun, dan 80.000 di antaranya meninggal sebagai akibatnya. Kanker serviks sering dimulai dari peradangan, sehingga wanita harus memperhatikan pencegahan peradangan ginekologi. Gejala awal kanker serviks 1. Pendarahan kontak Pendarahan kontak adalah gejala kanker serviks yang paling menonjol. Hal ini sebagian besar dimanifestasikan sebagai keputihan yang bercampur dengan darah segar setelah hubungan seksual atau pemeriksaan ginekologi, atau selama buang air besar secara paksa. Jika wanita yang lebih tua mengalami pendarahan setelah berhubungan seks, mereka tidak boleh selalu berpikir bahwa hal itu disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak tepat dan mengabaikan kemungkinan kanker serviks. Jika pendarahan terjadi setiap kali setelah berhubungan seks, Anda harus lebih memperhatikannya dan mencari perawatan medis tepat waktu. Gejala awal kanker serviks II: Pendarahan vagina yang tidak teratur Wanita yang lebih tua telah menopause selama bertahun-tahun, tetapi tiba-tiba “datang” lagi tanpa alasan apapun. Jumlah perdarahan sering kali tidak banyak, dan tidak disertai nyeri perut dan nyeri punggung, sehingga mudah diabaikan. Faktanya, perdarahan vagina yang tidak teratur semacam ini seringkali merupakan tanda awal kanker serviks, dan banyak pasien lansia datang ke klinik dengan gejala ini untuk mendapatkan diagnosis dini dan pengobatan tepat waktu. Oleh karena itu, harus sangat waspada terhadap lansia. Gejala awal kanker serviks 3: peningkatan keputihan Sekitar 75%-85% pasien kanker serviks mengalami peningkatan keputihan dalam derajat yang berbeda. Sebagian besar dari mereka menunjukkan peningkatan leukorea, yang kemudian disertai dengan perubahan bau dan warna. Peningkatan leukorea disebabkan oleh stimulasi tumor kanker. Awalnya, warna dan baunya normal, tetapi kemudian, karena nekrosis jaringan kanker dengan infeksi, keputihan bernanah, seperti sup nasi atau berdarah dengan bau busuk akan mengalir dari vagina. Cara mencegah kanker serviks 1.Mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan Berbagai jenis selada, sayuran dan buah-buahan berwarna hijau tua juga memiliki efek pencegahan terhadap berbagai jenis kanker. Menurut penelitian para ahli, 60% hingga 70% kanker dapat dicegah, dan 30% hingga 40% di antaranya dapat diperbaiki dengan penyesuaian pola makan. Oleh karena itu, melalui skrining secara teratur, beberapa lesi prakanker dan kanker tanpa gejala dapat dideteksi dan diberikan pengobatan aktif. 3. Olahraga harus aktif Berolahraga dan memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Orang umum harus berolahraga selama satu jam sehari, dan siswa harus memastikan dua jam berolahraga sehari, tetapi olahraga tidak boleh berlebihan untuk menghindari kelelahan fisik. 4. Sebagai seorang wanita, kebersihan adalah prasyarat. Untuk mencegah terjadinya kanker, orang harus terlebih dahulu menjaga diri dan lingkungan. 5.Memperhatikan kebersihan seksual Biasanya, seseorang harus memperhatikan kebersihan vulva dan pakaian dalam, memperhatikan kebersihan menstruasi dan tidak mengalami gangguan seksual, yang juga dapat secara efektif mengurangi kejadian kanker serviks. 6.Cuci tangan secara teratur Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan setelah buang air kecil dan besar. Rajin mencuci tangan merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. 7.Memakai pakaian dalam katun yang bernapas dan longgar Jamur mudah bertahan hidup di lingkungan yang lembab dan hangat, jadi sebaiknya memakai pakaian dalam katun yang bernapas dan longgar, yang dapat mencegah terjadinya jamur. 8, menjaga lingkungan hidup yang steril Menjaga lingkungan hidup yang steril, wanita yang berhubungan seks harus menjaga seprai bersih dan segar. 9, ubah gaya hidup yang buruk Makanan tinggi lemak, tinggi kalori ditambah kurangnya olahraga sangat buruk bagi kesehatan masyarakat.