Cara memeriksa penutupan saluran kemih

  Urine shutdown paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, dan juga dapat disebabkan oleh campuran bakteri, sehingga akan ada berbagai macam tes, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulan yang berbeda, dan aspek tesnya pun akan berbeda.  Tes: 1. Urinalisis rutin: leukosit >5/HP dalam endapan urin fase tengah yang disentrifugasi bersih, atau leukosit >250/mm2 dalam urin fase tengah yang tidak disentrifugasi, diduga didiagnosis sebagai penutupan saluran kemih.  2. Kultur urin dan jumlah koloni: Kultur urin dan jumlah koloni adalah dasar utama untuk diagnosis atresia urin. Pada anak perempuan yang tidak menunjukkan gejala, kultur urin tahap pertengahan dengan jumlah koloni ≥105/mL dapat mengkonfirmasi diagnosis atresia urin.  3. Tes nitrit: Tes skrining yang umum digunakan untuk mengetahui bakteri dalam urin. 4. E. coli dan E. paracolon dapat mengurangi nitrat dalam urin. 5. Tes fungsi ginjal: Tes ini mencakup pengukuran nitrogen urea plasma, konsentrasi kreatinin, klirens kreatinin, dan tes konsentrasi urin. Pengukuran enzim urin membantu mendeteksi fungsi tubulus ginjal.  6. Tes pencitraan: Tujuannya adalah untuk memeriksa kelainan bawaan atau yang didapat pada sistem saluran kemih; penutupan saluran kemih, refluks vesikoureteral, dan pembentukan parut ginjal.