Kelumpuhan adalah hilangnya fungsi motorik ekstremitas bawah tubuh secara keseluruhan atau sebagian setelah timbulnya gerakan acak atau hilangnya gangguan sensorik, dan hilangnya atau hilangnya gerakan acak. Penyebab umum adalah trauma kranial, tumor, peradangan, penyakit serebrovaskular, degenerasi, keracunan, dan kondisi medis tertentu seperti diabetes, hemoporfiria, anemia makrositik dan defisiensi vitamin B12. Penyakit-penyakit berikut ini juga merupakan penyebab kelumpuhan sentral pada tungkai bawah: 1. Sklerosis lateral amiotrofik Sklerosis lateral amiotrofik, yang juga dikenal sebagai akromegali, atau disingkat ALS, adalah jenis penyakit neuron motorik yang melibatkan neuron motorik atas (otak, batang otak, sumsum tulang belakang) dan mempengaruhi neuron motorik bawah (inti saraf kranial, sel tanduk anterior sumsum tulang belakang) dan otot-otot batang tubuh, tungkai, dan kepala serta wajah yang dipersarafi oleh mereka. Ini adalah penyakit degeneratif progresif kronis. Gambaran klinis sering kali merupakan salah satu kelumpuhan campuran dengan kerusakan gabungan pada neuron motorik atas dan bawah. 2. Hidrosefalus Infantil Hidrosefalus kongenital mengacu pada akumulasi cairan serebrospinal dalam jumlah besar dalam sistem ventrikel atau (dan) ruang subarakhnoid, yang mengakibatkan pembesaran hidrosefalus, jika produksi cairan serebrospinal intrakranial berlebihan atau (dan) refluks penyerapan terganggu. 3. Hematoma intraserebral akut Hematoma intraserebral akut adalah hematoma di parenkim otak, yang dapat terjadi di bagian manapun dari jaringan otak, sebagian besar di lobus frontal dan temporal, terhitung 80% dari total, diikuti oleh lobus parietal dan oksipital yang terhitung sekitar 10%, dan sisanya terletak di otak dalam, ganglia basal, batang otak dan otak kecil. Hematoma intraserebral superfisial, yang terletak di bagian temporal frontal dan anterior dan di dasar, sering dikaitkan dengan kontusio serebral dan hematoma subdural dan memiliki presentasi klinis akut. Hematoma dalam, sebagian besar di materi putih otak, disebabkan oleh deformasi otak oleh kekuatan atau geseran, yang mengakibatkan robekan pembuluh darah dalam dan pendarahan. Bila hematoma besar, hematoma yang terletak di dekat ganglia basal, thalamus atau dinding ventrikel dapat runtuh ke dalam ventrikel dan menyebabkan perdarahan intraventrikular, kondisinya sering serius dan prognosisnya buruk. 4. Sindrom Green-Barre Sindrom Green-Barre (GBS) adalah gangguan umum dan serius pada sistem saraf. Lesi utama terdapat pada akar saraf tulang belakang dan saraf tulang belakang, dan mungkin melibatkan saraf kranial. Hal ini terkait dengan infeksi virus atau reaksi autoimun. Presentasi klinisnya adalah kelumpuhan anggota tubuh yang akut, simetris, dan lembek.