Bayi mendengkur di tempat tidur

Jika bayi mendengkur sesekali, hal ini dianggap sebagai fenomena fisiologis, terkait dengan relaksasi otot. Jika sering mendengkur, hal ini dianggap disebabkan oleh infeksi pernapasan, penyakit nasofaring, refluks gastroesofagus, dll. Setelah mengetahui penyebabnya, perlu pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan. Penyebab umum dan pengobatan a. Faktor fisiologis: bayi tidur, dan otot-otot yang berhubungan dengan pernapasan lebih rileks, terutama otot-otot lidah, akan sedikit kendur ke belakang, yang mempengaruhi knalpot, tampak tidur sesekali mendengkur situasi. Ini adalah situasi fisiologis, mengubah posisi atau secara bertahap membaik seiring bertambahnya usia. Kedua, faktor patologis: 1, infeksi saluran pernafasan: infeksi saluran pernafasan seperti dingin, zat inflamasi yang dihasilkan akan merangsang mukosa saluran pernafasan, mengakibatkan edema mukosa, peningkatan sekresi, mengakibatkan obstruksi pernafasan, munculnya bayi mendengkur di tempat tidur. Pada kasus ringan, kompres hidung dengan panas, perhatikan istirahat, minum lebih banyak air dan suplemen vitamin C dalam jumlah yang sesuai. Dalam kasus yang berat, pengobatan anti infeksi diperlukan di bawah bimbingan dokter, seperti infeksi virus dapat digunakan triazolyl nucleoside, sementara pengobatan simtomatik aktif diperlukan, seperti penggunaan semprotan hidung air laut fisiologis untuk menyemprot dan mencuci rongga hidung; 2, penyakit nasofaring: seperti hipertrofi amandel, hipertrofi adenoid, hipertrofi turbinate, kelengkungan septum hidung, selain bayi mendengkur di tempat tidur. Gejala yang parah seperti apnea akan terjadi. Episode berulang memerlukan konsultasi dengan penyakit dalam pediatrik atau otorhinolaringologi, pemantauan tidur jika perlu, dan pengobatan untuk meredakan gejala, tetapi sebagian besar tidak efektif. Selain itu, rinitis juga dapat menyebabkan bayi mendengkur saat tidur selama episode, dan antihistamin seperti loratadine dan cetirizine dapat diberikan untuk meringankan gejala; 3. Refluks gastroesofagus: ini umumnya terlihat pada bayi di bawah usia 3 bulan dan kurang umum. Bayi yang terlalu kenyang rentan terhadap refluks gastroesofagus pada waktu tidur, mengakibatkan sejumlah kecil cairan tertahan di tenggorokan dan menyebabkan bayi mendengkur di tempat tidur. Kasus ringan dapat diobati dengan perubahan gaya hidup, sementara kasus yang parah perlu diobati dengan obat-obatan, seperti penggunaan simetidin dan omeprazol. Perhatikan bahwa bayi tidak boleh minum susu terlalu banyak sebelum tidur, pertahankan posisi tidur yang baik, dan orang tua juga perlu menyediakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang untuk bayi mereka.