Garis-garis atrofi, juga dikenal sebagai “garis bengkak”, “stretch mark”, “atrofi linier” dan “garis putih”, muncul sebagai Garis-garis atrofi kulit, awalnya merah pucat atau merah keunguan, yang lama-kelamaan berubah menjadi putih pucat. Meskipun tidak mempengaruhi kesehatan, namun bisa menjadi gangguan karena dampak estetikanya. Hal ini dapat muncul pada 1/3 orang selama masa remaja dan dikenal sebagai “garis pertumbuhan”; pada 75% wanita hamil, hal ini dikenal sebagai “stretch mark”. Seperti apakah garis atrofi itu? Garis-garis atrofi yang berombak, awalnya berwarna merah muda dan sedikit meninggi, kemudian berubah menjadi putih pucat dan sedikit cekung, dengan permukaan yang halus dan sedikit berkerut, terkadang dengan tekstur vaskular yang terlihat samar-samar di kulit, tanpa rasa sakit atau gatal. Mengapa garis atrofi muncul? Hal ini disebabkan oleh melemahnya serat elastis kulit, yang kemudian mengalami peregangan berlebihan, sehingga menyebabkannya pecah. Apa saja pemicu yang umum? Pemicu umum: kehamilan, kenaikan berat badan mendadak, pertumbuhan yang cepat, penggunaan glukokortikoid atau hormon topikal yang berkepanjangan, dll. Apa lokasi garis atrofi yang paling umum? Mereka lebih sering terjadi pada wanita daripada pria dan lebih sering terjadi pada siku, di atas lutut, tulang paha bagian dalam, bokong, bahu, dan area lumbosakral. Mereka lebih umum terjadi pada wanita daripada pria.