Telah diketahui bahwa kolonoskopi adalah metode terbaik untuk mendeteksi dan mengelola lesi kolon prakanker. Tingkat deteksi adenoma (ADR) adalah indikator tunggal yang paling penting dari kualitas kolonoskopi, dan pengangkatan polip secara menyeluruh adalah langkah kunci dalam mengakhiri karsinogenesis polip. Deteksi mikroskopis dan pengangkatan polip kolon dapat mengurangi insiden kanker kolon sebesar 77% dan tingkat kematian akibat kanker kolon sebesar 29-37%. Namun demikian, kolonoskopi tidak sempurna, dan terjadinya kanker kolorektal interstitial tidak dapat diabaikan karena tiga faktor utama: diagnosis yang terlewat, perkembangan kanker denovo dan pengangkatan polip yang tidak tuntas. Tingkat kebocoran polip kolon adalah 20-40%, 70-80% kanker kolorektal interstisial terjadi karena diagnosis karsinoma atau adenoma yang terlewat, dan 10-27% kanker kolorektal interstisial disebabkan oleh pengangkatan polip yang tidak tuntas.