Seorang wanita berusia 65 tahun dengan kejang otot wajah mengalami kedutan berulang di sisi kanan wajahnya yang mereda setelah operasi

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Pasien, Wang, telah menderita kedutan kelopak mata yang konstan selama enam bulan terakhir, yang terutama terlihat ketika dia gelisah, stres, atau kelelahan. Baru-baru ini, kondisinya memburuk, dan episode kedutan wajah kanan menjadi lebih sering dan durasinya lebih lama, yang secara serius memengaruhi kehidupan sehari-harinya. Setelah diagnosis kejang wajah dan serviks, kraniotomi invasif minimal dilakukan untuk mendekompresi saraf wajah.

Informasi dasar】 Perempuan, 65 tahun

Jenis penyakit】 Kejang wajah

Rumah Sakit】Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Qingdao

Tanggal Konsultasi】 Januari 2021

Rencana Perawatan】 Perawatan bedah (dekompresi saraf wajah)

Masa Perawatan】 7 hari perawatan rawat inap, 1 bulan rawat jalan lanjutan

Hasil】Tidak ada kedutan yang signifikan di sisi kanan wajah

I. Konsultasi awal

Semakin gugup pasien, semakin buruk kondisinya, yang tidak hanya memengaruhi tidurnya, tetapi juga kehidupan sosialnya. Pasien mengunjungi beberapa rumah sakit karena alasan ini, yang semuanya mengkonfirmasi diagnosis kedutan wajah, tetapi menolak untuk melanjutkan pengobatan setelah mengetahui bahwa dia akan memerlukan operasi jantung terbuka. Baru-baru ini, kedutan pasien di sisi kanan wajahnya semakin sering terjadi dan kualitas hidupnya memburuk secara signifikan, jadi dia datang menemui kami setelah mendengar bahwa kami dapat melakukan operasi invasif minimal. MRI kranial dengan jelas menunjukkan kompresi mikrovaskuler akar saraf wajah kanan, dan pasien didiagnosis dengan mioklonus wajah.

II. Pengobatan

Setelah masuk rumah sakit, pasien dipertimbangkan untuk menjalani kraniotomi invasif minimal untuk dekompresi saraf wajah, sehingga tim perawat dengan hati-hati menjelaskan kondisi spesifik dan pilihan bedah kepada pasien, dan memberinya jaminan psikologis. Pemeriksaan pra-operasi sudah lengkap dan tidak ada kontraindikasi yang jelas untuk pembedahan, sehingga saraf wajah kanan didekompresi dengan anestesi umum. Pembuluh darah yang bertanggung jawab diidentifikasi dengan jelas dan dipisahkan dari saraf wajah dan ditempatkan spacer Teflon. Prosedur berjalan lancar dan memakan waktu sekitar 3 jam dengan pendarahan minimal.

III. Hasil pengobatan

Setengah jam setelah operasi, pasien perlahan-lahan terbangun dan merasa bahwa sisi kanan wajahnya tidak lagi berkedut dan pasien merasa lebih baik. Sayatan sembuh dengan baik dan tidak ada gejala abnormal seperti kemerahan, bengkak, atau aliran nanah. Kedutan pada sisi kanan wajah tidak kambuh lagi. Pasien diizinkan untuk dipulangkan. Sebelum dipulangkan, pasien diminta untuk meninjau kembali pasien dalam 1 bulan dan pasien menyatakan pemahamannya.

IV. Catatan

Kami senang bahwa gejala pasien telah membaik setelah pengobatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

1, suasana hati yang bahagia: menjaga suasana hati tetap rileks, jangan terlalu cemas, kecemasan juga dapat menyebabkan kejengkelan penyakit.

2, perhatikan kehangatan: hindari rangsangan udara dingin, perhatikan dingin, jangan gunakan air dingin untuk membasuh wajah, jika terjadi angin, hujan atau cuaca dingin perhatikan kehangatan kepala dan wajah.

3, diet ringan: hindari makanan pedas, tembakau, alkohol, kopi, teh kental dan makanan lainnya.

4. Hidup teratur: cukup tidur dan berolahraga secukupnya untuk meningkatkan kebugaran fisik dan menghindari kambuhnya penyakit.

V. Wawasan pribadi

Penyebab paling umum dari kejang otot wajah adalah kompresi mikrovaskuler akar saraf wajah, seperti dalam kasus ini. Biasanya, kejang otot wajah yang disebabkan oleh kompresi mikrovaskuler dapat diobati dengan obat-obatan dan pengobatan Tiongkok eksternal untuk meringankan gejalanya, tetapi jika Anda ingin mengatasi penyebabnya, operasi dekompresi mikrovaskuler dapat dilakukan di bawah bimbingan seorang spesialis, yang dapat memberantas gejala dan mempertahankan fungsi saraf. Sebelum prosedur, pasien harus dijelaskan secara hati-hati mengenai modalitas prosedur untuk menghilangkan stres psikologis dan ketakutan akan pembedahan, serta untuk meningkatkan kepercayaan pada dokter bedah.