Apa yang dimaksud dengan fibroma keras pada dinding perut?

Setelah berhasil mengangkat sklerofibroma dinding perut seberat 28 kg untuk pasien wanita berusia 32 tahun pada tahun 2006 dan pasien wanita berusia 23 tahun pada tahun 2010, departemen kami baru-baru ini mengangkat tumor besar seberat 30 kg dari seorang anak berusia 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Kami terkejut dengan statistik yang mengejutkan ini dan gambar-gambar yang menunjukkan kontras yang mencolok antara tumor besar dan pasien yang lemah, terutama gadis muda yang baru berusia 18 tahun, belum menikah, dan tidak memiliki riwayat trauma. Kasus-kasus yang masih muda ini menunjukkan kepada kita bahwa ada kebutuhan yang besar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penyakit langka sklerofibroma dinding perut. Sklerofibroma dinding perut, juga dikenal sebagai fibroma mirip ligamen pada dinding perut, secara klinis jarang terjadi, dengan insiden yang dilaporkan sebesar 0,2-0,4 per 100.000 populasi. Fibroma sklerosis dinding perut secara histologis merupakan tumor jinak, tetapi perilaku biologisnya bersifat ganas. Umumnya bersifat non-metastasis tetapi memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi, yang dapat mencapai 70% setelah eksisi lokal. Penyebab patogenesisnya masih belum jelas, dan sebagian besar ahli melaporkan bahwa hal ini terkait dengan trauma, dan tumor ini sebagian besar ditemukan pada sayatan bedah asli dan area yang berdekatan, dan kebanyakan dari mereka adalah wanita, terutama wanita usia subur, berusia 25-37 tahun, dengan riwayat pembedahan. Beberapa ahli percaya bahwa kehamilan dan persalinan juga bersifat traumatis karena peregangan otot perut yang terlalu lama selama kehamilan dan kontraksi otot perut yang terus menerus dan keras selama persalinan dapat menyebabkan trauma pada serat dan menyebabkan perkembangan tumor. Namun, baru-baru ini kami merawat seorang gadis berusia 18 tahun yang belum menikah dan tidak memiliki riwayat trauma, namun ia mengembangkan fibroma kaku dinding perut yang begitu besar, yang secara klinis jarang terjadi. Untungnya, dengan perkembangan ilmu kedokteran dan ilmu material baru, penyakit ini tidak lagi sulit diobati. Namun, kita perlu memperhatikan dua hal: pertama, jangan salah paham bahwa Anda tidak bisa keluar dari tumor, tumor ini bukan tumor yang lain, tumor ini termasuk dalam kategori bedah dinding perut, dan hanya bisa dibedah, dan metode lain seperti radioterapi dan kemoterapi tidak dapat memberikan manfaat bagi pasien, dan juga tidak dapat menghentikan pertumbuhan tumor; kedua, jangan menyerah begitu saja, Anda harus mencari tahu dan mengobatinya sedini mungkin, lebih awal lebih baik. Praktik klinis telah membuktikan bahwa tingkat kekambuhan dapat dikurangi hingga 4 persen jika terdeteksi secara dini dan direseksi dengan bersih.