Membangun interaksi positif dengan anak Anda

Adalah harapan setiap orang tua agar anak mereka tumbuh dengan sehat dan bahagia. Semua anak membutuhkan kasih sayang orang tua mereka, tetapi terkadang kasih sayang saja tidak cukup. Jika Anda ingin membesarkan anak-anak Anda agar benar-benar mengasuh dan berwawasan luas, orang tua perlu berkomunikasi dengan anak-anak mereka dengan cara yang positif atau memotivasi, dan berlatih merawat generasi berikutnya. Interaksi yang positif memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak selalu mengamati dan meniru perilaku orang tua mereka, sehingga penting bagi orang tua untuk tidak melupakan kekuatan panutan mereka sendiri sebagai orang tua bagi anak-anak mereka. Penting juga bagi orang tua untuk menciptakan suasana keluarga yang mengedepankan komunikasi yang efektif, menekankan interaksi dua arah daripada mengungkapkan instruksi, dan tahu bagaimana cara mendorong daripada hanya memuji secara membabi buta. Lingkungan rumah seperti itu adalah awal dari komunikasi positif antara orang tua dan anak. Sangatlah penting bagi anak Anda untuk merasakan kasih sayang dan kebutuhan dari Anda secara konsisten, karena hal ini akan memudahkan mereka untuk tumbuh dengan sehat dan percaya diri. Orang tua yang tahu cara menenangkan anak dan membuat rumah menjadi tempat yang hangat dan aman adalah fondasi dari komunikasi yang positif. Jangan malu untuk menunjukkan cinta tanpa syarat kepada anak-anak Anda dalam kata-kata dan tindakan: katakan kepada mereka bahwa Anda bersyukur atas kehadiran dan persahabatan mereka, dan tidak keberatan untuk sering mengucapkan “Aku mencintaimu” – ini adalah frasa yang tidak akan pernah cukup didengar oleh anak-anak. Kontak fisik juga dapat mendekatkan orang tua dan anak, dan penelitian bahkan menunjukkan bahwa hal itu baik untuk kesehatan anak Anda. Cobalah memeluk anak Anda lebih sering, karena Anda dan anak Anda akan merasakan kehangatan dan keterikatan yang tak terlukiskan. Bicaralah dengan anak Anda dengan tenang dan jaga agar kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ tetap terucap dari bibir Anda sehingga anak Anda merasa dihormati dan diperlakukan dengan sopan. Membentuk lingkungan rumah yang positif juga mengharuskan orang tua untuk menjauhkan energi negatif dari rumah dan tidak membahas konflik keluarga yang memanas di depan anak-anak mereka. Menjaga rumah bebas dari kemarahan dan pertengkaran akan membuat anak-anak mampu mengelola emosi mereka dengan lebih baik dan mengembangkan empati. Jika anak-anak merasa kewalahan saat memasuki rumah, mereka pasti akan menjadi stres dan secara emosional jauh dari keluarga. Mereka juga dapat mengembangkan kecemasan, depresi, rendah diri, dan bahkan perilaku buruk. Tujuan dari lingkungan rumah yang positif adalah untuk mengusir energi negatif ini dari kehidupan anak. Cara orang tua berkomunikasi juga merupakan faktor penting dalam menciptakan interaksi yang positif. Melalui komunikasi, anak belajar untuk berpikir lebih dalam, mengenali dan mengekspresikan emosinya. Selain itu, anak yang pandai mengekspresikan diri juga lebih baik dalam mengingat dan merangkum kenangan masa kecil. Penelitian baru membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki kenangan awal akan memilah-milah kenangan tersebut ketika mereka tumbuh dewasa, belajar dari pengalaman masa lalu untuk memandu perilaku mereka dan memfasilitasi hubungan yang baik serta pilihan yang lebih terinformasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memainkan peran penting dalam proses ini: beberapa orang tua memiliki gaya percakapan yang ‘berulang-ulang’ dengan anak-anak mereka, mengajukan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’, bukannya dengan bebas mengembangkan topik pembicaraan. Seringkali gaya pengasuhan seperti ini menghasilkan anak-anak dengan ingatan yang kurang jelas, sementara yang lain menggunakan pendekatan yang lebih ‘menyentuh hati’ dalam percakapan, seperti mengajukan pertanyaan terbuka atau meminta anak untuk menceritakan sebuah kisah yang memungkinkan anak untuk mengingat kembali detail-detail yang jelas dari masa kanak-kanak dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Orang tua menggunakan pendekatan penuh perhatian ini untuk mendorong ekspresi diri – mengajukan pertanyaan terbuka yang mendetail dan mendorong anak untuk bercerita, bernostalgia, dan mendeskripsikan tugas sehari-hari. Terlibatlah dalam kegiatan sehari-hari anak Anda, minta mereka berbicara tentang apa yang mereka lakukan dan pikirkan, dan doronglah mereka untuk mengekspresikan diri dengan menanyakan bagaimana perasaan mereka dalam situasi yang berbeda. Hindari pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”, tetapi gunakan pertanyaan jenis “apa” seperti “Apa yang terjadi? ” “Apa pendapatmu tentang hal ini?” Pendekatan yang lebih baik adalah dengan mengajukan pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”, seperti “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” “Mengapa kamu mengatakan itu?” Pendekatan “katakan” secara langsung dapat mendorong respons yang lebih lengkap – misalnya, “Ceritakan lebih banyak tentang itu”. Cara lain untuk melakukan percakapan adalah dengan membiarkan anak-anak memimpin dalam berbagai permainan atau aktivitas. Biarkan mereka menentukan peran dalam sebuah permainan, menentukan latar belakang cerita, atau memutuskan jenis karya seni yang ingin mereka buat. Membiarkan anak Anda memimpin akan merangsang imajinasi mereka dan menghasilkan percakapan yang lebih dalam karena mereka secara alami memberi tahu Anda aturan, alur cerita, dan ide. Selama percakapan Anda, Anda dapat memberikan tantangan kecil untuk anak Anda, mengenalkan mereka pada beberapa ide baru dan meminta mereka untuk menjelaskan pilihan yang mereka buat. Dalam percakapan Anda, Anda perlu mempraktikkan interaksi ‘secara langsung’ dengan anak Anda: sisihkan waktu setiap hari untuk mendengarkan mereka dengan penuh perhatian. Saya memahami bahwa orang tua terkadang tidak memiliki waktu untuk makan setelah seharian bekerja, apalagi untuk mendengarkan setiap perkataan anak mereka. Namun, anak-anak membutuhkan perhatian penuh satu sama lain untuk merasa bahwa mereka benar-benar didengarkan. Mendengarkan secara sederhana dapat memberikan keajaiban bagi anak-anak. Orang tua harus menerapkan aturan 3-7: 70% mendengarkan dan 30% berbicara. Bagian ‘berbicara’ harus berkisar pada mengajukan pertanyaan atau memperluas percakapan dengan lebih banyak penegasan: “Oh, benarkah? Coba ceritakan lagi.” “Itu bagus sekali.” “Saya mengerti.” Terakhir, cara untuk membangun interaksi positif antara orang tua dan anak adalah dengan memberikan dorongan yang tepat, bukan pujian yang membabi buta. Meskipun dorongan dan pujian mencerminkan afirmasi terhadap anak, orang tua juga harus memiliki timbal balik. Meskipun penting bagi orang dewasa untuk mengevaluasi dan menegaskan mereka, namun penting juga bagi anak-anak untuk belajar afirmasi diri – untuk membangun kepercayaan diri mereka sendiri. Pujian yang berlebihan dapat membuat anak-anak bergantung pada penegasan orang dewasa, sehingga menyebabkan mereka terganggu secara mental jika tidak menerima pujian. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memuji secara membabi buta untuk menghindari ketergantungan pada pujian. Mintalah orang tua untuk menyimpan pujian untuk pencapaian penting, seperti membuat karya seni yang penuh semangat, mengatasi masalah, atau berhasil dalam proyek yang menantang, dan sebagainya. Dorongan adalah pendekatan yang lebih baik. Lebih sedikit tentang pujian dan lebih banyak tentang motivasi yang berarti. Orang tua harus mendorong dan mengevaluasi berbagai komponen kegiatan, besar atau kecil, selesai atau tidak, dan mengidentifikasi keterampilan yang digunakan dan dipelajari anak-anak saat mereka menyelesaikan proyek. Daripada membuat penilaian yang asal-asalan terhadap semuanya. Di sini, saya menyarankan agar para orang tua mendorong anak-anak mereka sebanyak mungkin setiap hari. Saat anak-anak mengerjakan sebuah gambar, Anda bisa menjelaskan secara rinci betapa indahnya gambar itu. Doronglah mereka untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka tepat waktu dan secepat mungkin untuk memotivasi mereka dalam menghadapi tantangan. Harap diingat bahwa ada perbedaan antara dorongan dan pujian dalam hal bahasa. Pujian sering kali diberikan dengan mengatakan: “Kamu hebat!” atau “Kamu melakukan pekerjaan dengan baik!” Komentar semacam itu sederhana dan lugas. Untuk menyemangati anak Anda, gunakan pernyataan yang lebih tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan anak Anda dan berikan komentar dan saran yang spesifik. Hal ini akan mendorong mereka untuk berpikir tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka dapat melakukannya dengan lebih baik. Banyak dorongan yang disatukan menjadi pujian yang benar-benar bermakna yang membantu anak-anak membangun kepercayaan diri pada kemampuan mereka sendiri. Interaksi positif berfokus pada membangun kepercayaan diri anak-anak dalam kemampuan mereka untuk berjuang untuk menjadi yang terbaik dan, sebagai hasilnya, membangun citra diri yang positif. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak mereka dan membimbing mereka dalam bertindak dan berperilaku. Jika orang tua dapat berinteraksi secara positif dengan anak-anak mereka, mereka akan menerima tanggapan positif dari mereka dan mencapai komunikasi yang efektif.