Penebalan bokong dan paha umumnya disebabkan oleh penyebab berikut ini: Pertama, penyebab perkembangan: Pasien dengan riwayat penyakit keturunan keluarga yang jelas, pasien akan mengalami penebalan bokong dan paha dibandingkan dengan orang normal, tetapi tidak ada gejala klinis yang jelas dan tidak diperlukan perawatan khusus. Kedua, penumpukan lemak yang berlebihan: Jika pasien mengalami obesitas, lemak cenderung menumpuk di pinggul dan paha, membuat pinggul dan paha lebih tebal daripada orang normal. Pada saat ini, asupan karbohidrat harus dikontrol dan latihan aerobik harus ditingkatkan untuk mengonsumsi lemak dan mengurangi lemak di pinggul dan paha, sehingga penampilan pinggul dan paha dapat dikembalikan ke tingkat normal. Ketiga, latihan yang diperoleh: seperti menahan beban, jongkok yang dalam, dan pekerjaan jongkok jangka panjang dapat menyebabkan penebalan otot pinggul dan paha. Pasien tidak memiliki gejala klinis yang jelas dan pada saat yang sama kekuatan otot bokong dan paha meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, perkembangan penebalan di bokong dan paha biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, jika kontrol diet dan olahraga ringan diindikasikan untuk menurunkan berat badan.