Bagaimana cara mengatasi fobia kencing?

  Fobia kencing, secara medis dikenal sebagai amenorea katatonik. Fobia pipis adalah ketika Anda pergi ke toilet, biasanya ketika Anda baik-baik saja, dan begitu ada seseorang di sebelah Anda, Anda langsung gugup, mengira bahwa orang-orang menertawakan Anda ya, dan Anda tidak bisa pipis. Penyebab utama penyakit ini disebabkan oleh ketegangan mental yang berlebihan. Ketegangan adalah intensifikasi respons tubuh terhadap hal-hal eksternal, baik secara mental maupun fisik. Perubahan yang baik, seperti pernikahan dan melahirkan, dan perubahan yang buruk, seperti perceraian dan pengangguran, bisa membuat orang gelisah dari waktu ke waktu. Tingkat ketegangan sering sebanding dengan ukuran perubahan dalam kehidupan.  Satu-satunya cara untuk pulih adalah dengan melepaskan kecemasan Anda. Berikan diri Anda sedikit dorongan untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda. Dengan rasa percaya diri, mental Anda akan relatif rileks dan Anda akan terhindar dari kecemasan yang berlebihan.  2, berulang kali mengingatkan diri sendiri Beri diri Anda kepercayaan diri untuk membuat diri Anda lebih banyak berkomunikasi dengan orang lain, sehingga Anda perlahan-lahan beradaptasi dengan suasana yang menindas itu, kunci untuk mengobati fobia adalah dengan perlahan-lahan mengalami penindasan dan ketakutan.  3 . Lepaskan ide perfeksionisme Biasanya orang dengan fobia kencing terlalu sempurna dan terlalu ketat dengan diri mereka sendiri. Faktanya, ketika Anda buang air kecil, orang lain tidak terlalu mengkhawatirkan Anda seperti yang Anda pikirkan, tetapi kecemasan Anda sendiri memperburuk rasa takut Anda, dan banyak dari kecemasan itu tidak perlu.  4. Lakukan desensitisasi sistematis Anda dapat mencoba, untuk minggu pertama, berlatih di rumah, di samping anggota keluarga yang Anda percayai (dari jenis kelamin yang sama), mencoba melihat apakah Anda bisa buang air kecil, Anda dapat menutup mata dan menarik napas dalam-dalam untuk bersantai. Setelah Anda merasa nyaman dengan latihan ini, Anda bisa maju ke tingkat kedua, berlatih di rumah tetapi dengan anggota keluarga yang bukan anggota keluarga (dengan jenis kelamin yang sama); dan seterusnya, dalam tingkat yang semakin meningkat. Pada awalnya, Anda bisa melakukan latihan imajiner, dan setelah Anda melewati latihan imajiner tanpa rasa takut, Anda kemudian bisa mencoba latihan kehidupan nyata.