Rabidophobia, atau fobia rabies, adalah suatu kondisi di mana beberapa orang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap rabies, terutama dimanifestasikan oleh rasa takut yang tidak normal terhadap rabies, kecurigaan yang terus-menerus bahwa mereka mungkin menderita rabies, dan mungkin berulang kali mencari sertifikasi medis. Cara yang baik untuk keluar dari rabies adalah dengan mengandalkan terutama pada pengobatan, dikombinasikan dengan psikoterapi yang tepat. Pertama, pasien rabies yang diobati dengan obat akan mengalami kegugupan, kecemasan, ketakutan apakah mereka akan terkena rabies, penggunaan obat anti-kecemasan secara klinis untuk meredakan suasana hati yang buruk. Kedua, perawatan psikologis merekomendasikan pasien menjalani konseling psikologis profesional, di bawah bimbingan psikoterapis, untuk meredakan ketegangan dan memahami rabies dengan benar.1. Membangun kognisi yang benar: Melalui penjelasan terapis tentang pengetahuan terkait rabies, sehingga mengubah kognisi pasien dan mengurangi rasa takut. Misalnya, tidak semua anjing dan kucing memiliki virus rabies, dan menyentuh hewan peliharaan atau dijilat oleh hewan peliharaan, tindakan ini tidak akan menginfeksi pasien dengan virus rabies. Hanya setelah digigit atau dicakar oleh hewan peliharaan yang membawa virus rabies, barulah ada risiko terkena rabies, tetapi pada kenyataannya, selama vaksinasi rabies diberikan segera setelah gigitan, kemungkinan terjadinya rabies akan lebih rendah. 2. Metode desensitisasi sistematis: bimbing pasien untuk menyebutkan nama stimulus dan situasi untuk membantu Misalnya, jika pasien menjadi lebih curiga bahwa mereka akan terkena rabies setelah melihat kucing atau anjing, meminta mereka menghadapi kucing atau anjing beberapa kali dan kemudian mengetahui bahwa mereka tidak memiliki rabies dapat membantu mengurangi rasa takut mereka terhadap rabies. Selama perawatan, atau selama periode ketika rasa takut dan cemas lebih terasa, pasien disarankan untuk melakukan sesuatu yang menarik untuk mengalihkan perhatian mereka, seperti berlari, mendaki gunung, membaca, mendengarkan musik yang menenangkan, dan aktivitas rekreasi dan kebugaran lainnya.