Mulas, refluks asam, dan hiperasiditas, semuanya merujuk ke sensasi terbakar di dada atau refluks isi perut ke dalam mulut atau esofagus (tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut). Jika gejala-gejala ini terjadi lebih dari dua kali seminggu selama beberapa minggu, Anda mungkin mengalami refluks gastro-esofagus (GERD). Gejala Gejala GERD yang paling umum adalah sensasi terbakar di dada (heartburn) dan refluks makanan atau cairan ke tenggorokan. Gejala lainnya termasuk batuk kering kronis, mengi atau asma, tenggorokan sakit atau serak, dan kerusakan gigi. Jika Anda mengalami sesak atau nyeri dada, sesak napas, mual, muntah, nyeri di punggung atau lengan, Anda mungkin mengalami serangan jantung. Anda harus mencari pertolongan medis darurat sesegera mungkin. Diagnosis Seorang dokter dapat membuat diagnosis berdasarkan gejala dan apakah pengobatannya berhasil. Tes lainnya meliputi: 1. Endoskopi, yang menggunakan kamera untuk melihat ke dalam esofagus 2. Sinar-x dari saluran pencernaan bagian atas untuk mencari penyempitan atau masalah lainnya 3. Manometri untuk mendeteksi kontraksi otot esofagus Pengobatan Berbagai pengobatan dapat dicoba. Satu atau kombinasi dari semua ini dapat digunakan. 1. Obat-obatan: Obat-obatan yang dijual bebas termasuk pelindung mukosa lambung dan dua obat yang mengurangi sekresi asam: penghambat reseptor H2 (misalnya ranitidin) dan penghambat pompa proton (misalnya omeprazole) 2. Modifikasi diet: Menghindari cokelat, kopi, permen mint, berminyak atau pedas, tomat dan menghindari alkohol dapat membantu. Perawatan lainnya termasuk berhenti merokok, menghindari makan berlebihan, menghindari makan 2-3 jam sebelum tidur dan menurunkan berat badan. Jika gejalanya memburuk pada malam hari, maka bagian belakang kepala bisa sedikit ditinggikan saat tidur. Menggunakan bantal saja tidak akan membantu. Pembedahan Kasus-kasus tertentu memerlukan perawatan bedah, yang paling umum adalah laparoskopi fundoplikasi. Prosedur ini melibatkan pelipatan lambung dekat dengan pembukaan esofagus untuk memblokir refluks isi lambung. Sebagian pasien memerlukan bedah penurunan berat badan. Komplikasi Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan penyakit esofagus, termasuk ulkus esofagus, disfagia, atau esofagus Barret (yang dapat berkembang menjadi kanker esofagus).