Hipertiroidisme adalah penyakit klinis yang umum dengan etiologi yang kompleks, dan disarankan agar proses konsultasi dilakukan sebagai berikut: Langkah 1: Tentukan apakah itu hipertiroidisme Berdasarkan riwayat medis, manifestasi klinis, dan kemudian periksa fungsi tiroid FT3, FT4 yang meningkat dapat didiagnosis sebagai hipertiroidisme. Langkah 2: Tentukan penyebab hipertiroidisme Hipertiroidisme pada awalnya dapat dibagi menjadi: hipertiroidisme tiroid (termasuk delapan penyebab), hipertiroidisme hipofisis, hipertiroidisme dengan tumor, gondok ovarium dengan hipertiroidisme, hipertiroidisme medis, dan hipertiroidisme sementara, di mana yang paling umum terjadi adalah gondok menyebar dengan hipertiroidisme (juga dikenal sebagai penyakit Graves). Pemeriksaan TSH, TRAb, TPOAb, TGAb, penyerapan yodium dan ultrasonografi tiroid dapat membantu dalam diagnosis banding, dan pemeriksaan sitopatologi aspirasi jarum halus pada kelenjar tiroid dapat dilakukan jika diperlukan. Langkah 3: Evaluasi komplikasi hipertiroidisme Skrining untuk hipertiroidisme oftalmopati, penyakit hati hipertiroidisme, perubahan hematologi hipertiroidisme, penyakit jantung hipertiroidisme, miopati hipertiroidisme, perubahan endokrin hipertiroidisme, psikopati hipertiroidisme, perubahan kulit hipertiroidisme, dan sebagainya. Akhirnya, rencana perawatan individual dirumuskan berdasarkan hasil skrining.