Resep untuk anak-anak dengan diabetes tidak hanya harus memenuhi kebutuhan makanan harian mereka, tetapi juga memastikan bahwa lipid darah, gula urin, dan kadar glukosa darah mereka dipertahankan pada tingkat yang normal. Karena anak-anak sedang tumbuh dan berkembang, mereka perlu dilengkapi dengan berbagai nutrisi pada waktu yang tepat, sehingga pola makan mereka perlu direncanakan dengan mempertimbangkan perkembangan fisik dan kadar glukosa darah mereka. Pilihlah makanan dengan cara yang rasional, mengikuti prinsip-prinsip gizi seimbang: protein yang cukup, lebih banyak serat, mengacu pada kandungan energi makanan, lebih banyak sayuran dan buah-buahan; ubahlah perilaku makan yang tidak sehat, jangan membeli jajanan yang nilai gizinya rendah; tingkatkan jumlah waktu makan, kurangi rasa lapar sebelum makan, kurangi jumlah makanan yang dimakan setiap kali makan; atau makanlah makanan berkuah sebelum makan, atau makanlah makanan yang memiliki densitas energi yang rendah seperti buah-buahan; kunyahlah dan telanlah secara perlahan saat makan; masaklah Usahakan untuk membuat masakan yang terasa ringan. Karbohidrat adalah sumber energi utama dan paling ekonomis bagi tubuh. Karbohidrat juga penting bagi penderita diabetes, terutama yang berasal dari sayuran dan buah. Dibandingkan dengan orang normal, sistem metabolisme glukosa pada pasien diabetes lebih terganggu, sehingga tubuh sering dalam keadaan “kelaparan gula”. Pada pasien diabetes, asupan karbohidrat memberikan lebih dari 50% dari total asupan energi tubuh untuk meringankan ‘kelaparan gula’. Oleh karena itu, asupan karbohidrat dalam diet anak diabetes harus didasarkan pada makanan pokok. Untuk itu, dianjurkan agar anak dengan diabetes mengonsumsi lebih dari 5 jenis buah dan sayuran per hari. Dalam diet anak diabetes, kacang-kacangan dan kacang-kacangan adalah sumber utama protein nabati. Tentu saja, asupan protein hewani juga merupakan cara utama bagi tubuh untuk mendapatkan asam amino esensial, dan rasio asupan keduanya paling baik dikontrol pada 1:2. Secara umum, jumlah energi yang disediakan oleh lemak tidak boleh melebihi 30% dari total asupan makanan, dengan lemak hewani kurang dari 10% dari total asupan. Pada makanan anak dengan diabetes, asupan zat lemak harus memperhatikan kandungan kolesterolnya dan memastikan rasio asam lemak jenuh dan tak jenuh sekitar 1:2. 4. Serat makanan secara efektif dapat meningkatkan motilitas gastrointestinal pada anak-anak dengan diabetes, meningkatkan rasa kenyang pada penderita diabetes, secara efektif mengurangi kadar kolesterol dan respon glukosa darah postprandial, dan berkontribusi pada pencegahan diabetes tipe 2. Serat makanan banyak ditemukan dalam makanan seperti sereal, buah-buahan, sayuran dan roti gandum. Hasil penelitian selama 20 tahun menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lima atau lebih porsi sayur dan buah per hari memiliki risiko lebih rendah secara signifikan terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak.