I. Klasifikasi Ada lima jenis: suara serak histeris, gangguan suara yang biasa terjadi, suara semu saat perubahan suara, penyalahgunaan suara, dan disfonia pasca operasi laring. II. Ciri-ciri klinis Ciri-ciri setiap jenis: 1. Suara serak histeris: kehilangan suara secara tiba-tiba atau afasia, kualitas suara seperti berbisik, tidak ada riwayat penyakit laring sebelumnya. Pemeriksaan dapat menunjukkan bahwa lipatan vokal tidak dapat ditarik ke dalam, tetapi dapat ditarik ke dalam saat batuk. Zhu Ning, Departemen Otolaringologi, Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Qihe 2. Gangguan suara yang biasa terjadi: suara serak yang menetap bahkan setelah radang laring akut sembuh, ditandai dengan pencabutan kompensasi lipatan pseudovokal ke dalam. 3 . Pseudophonia fase perubahan vokal: terjadinya fase perubahan laring secara bertahap atau tiba-tiba, nada yang tidak stabil, mungkin memiliki nada yang sangat tinggi. Hal ini umumnya dikenal sebagai nada cowok-cewek. 4. Penyalahgunaan suara: Gangguan vokal yang berfluktuasi dalam jangka panjang dan terputus-putus, yang disebabkan oleh penggunaan suara yang berlebihan. Nada suara rendah dan laring terasa sakit saat berbicara. 5. Gangguan vokal setelah operasi laring: pengucapan yang tidak stabil, baik dan buruk, kejang pita suara, substitusi zona ventrikel. Laringomalasia saat berbicara. III. Prinsip-prinsip perawatan Perawatan psikologis: menghilangkan hambatan psikologis pasien. Kualitas suara: terutama terapi sugestif, ada berbagai metode, termasuk pelatihan vokal, pelatihan vokal penyamaran suara dan terapi umpan balik instrumen koreksi suara, pijat lokal, akupunktur, dll.