Pada sebagian orang, ada zat tertentu dalam keringat yang dapat membuat keringat memiliki warna yang berbeda seperti kuning, kuning-coklat, hijau, cyan, merah atau hitam, yang secara klinis dikenal sebagai chromatophobia. Sebagian besar tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, kulit bisa sangat terkontaminasi. Area-area ini sering kali bukan merupakan area distribusi normal kelenjar keringat, tetapi di mana kelenjar keringat ektopik hadir, seperti wajah, dan bisa berwarna kuning, biru, cyan, ungu, coklat dan hitam, dengan warna kuning menjadi yang paling umum dan jarang berwarna merah. Hal ini dapat terjadi pada usia berapa pun, baik secara terus-menerus atau sebentar-sebentar, dan sering dipicu atau diperparah oleh stres emosional seperti rasa takut, marah atau cemas. 2, Paling sering terlihat pada wajah (bukan area distribusi kelenjar keringat normal, tetapi di mana kelenjar keringat ektopik hadir), diikuti oleh ketiak, umbilikus dan vulva. Warna keringat bervariasi, dengan warna kuning yang paling umum, dan keringat kuning di ketiak sering dikombinasikan dengan bau ketiak. Kelenjar keringat juga mengeluarkan warna biru atau hijau, seperti suntikan methylene blue bisa menjadi keringat berwarna cyan, iodida bisa membuat keringat berwarna merah muda, internal clofazimine (chlorophenothiazine) bisa membuat keringat berwarna merah. Ini diikuti oleh keringat berwarna coklat, hitam, ungu dan coklat, dan juga oleh keringat berwarna darah (hematohidrois). Keringat biru dan keringat hijau dapat dilihat pada pekerja di industri tembaga.