I. Pengkondisian Elektroda (hanya sebelum penyalaan) Setelah implantasi elektroda, akan ada penghalang elektrokimia di antara elektroda dan jaringan rumah siput, misalnya protein atau gelembung udara. Untuk menyesuaikan elektroda ke kondisi siap dihidupkan, arus tingkat rendah dapat diberikan untuk menghilangkan akumulasi protein atau gelembung udara dari elektroda, dan impedansi setiap elektroda dapat diukur pada saat yang bersamaan. Pencitraan Respons Saraf (diperlukan sebelum penyetelan awal dan penyetelan berikutnya) Mengukur respons saraf dari setiap elektroda. Pencitraan respon saraf dapat digunakan selama atau setelah operasi rumah siput, untuk membantu menentukan tingkat stimulasi untuk penyetelan awal dan penyetelan berikutnya, untuk memastikan fungsi saraf pendengaran, serta untuk menilai apakah implan rumah siput berfungsi dengan baik. Pencitraan respons saraf harus dilakukan sebelum memulai dan menyesuaikan implan rumah siput. Untuk pengguna yang lebih kooperatif, laporan subjektif dan respon saraf digunakan untuk menentukan jumlah stimulasi elektroda yang paling nyaman bagi anak, yaitu nilai M. Bagi mereka yang tidak dapat bekerja sama, misalnya pengguna implan rumah siput sebelum usia 3 tahun, dan mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan pendengaran dan bicara sebelumnya, maka yang paling utama adalah mengandalkan respon saraf untuk menentukannya. Catatan: Menangis atau tidaknya seorang anak dapat dianggap sebagai respon anak terhadap suara, meskipun anak tidak selalu menangis saat menyalakan alat, namun ada kemungkinan ia penasaran, menyukainya, atau gugup dan takut, sehingga tidak jarang ia tidak memberikan respon saat alat dinyalakan. Menangis saat perangkat dinyalakan sebenarnya merupakan laporan subjektif dalam menentukan jumlah maksimum stimulasi listrik yang tampaknya ia tanggapi, yang bila digabungkan dengan respons saraf, memungkinkan program yang lebih tepat untuk diberikan kepada anak.