Kriteria diagnostik untuk stenosis arteri karotis

  Dua aspek yang lebih signifikan dari stenosis karotis adalah diagnosis stenosis arteri karotis, karena gejala stenosis arteri karotis tersebar luas. Gejala yang lebih umum termasuk pusing, sakit kepala, kelemahan anggota badan dan kantuk, dan ketika kondisi secara bertahap memburuk, gejala seperti kehilangan penglihatan, ingatan dan kapasitas mental dapat terjadi. Kedua, pengobatan stenosis arteri karotis dapat bervariasi dengan derajat kondisi yang berbeda.  I. Kriteria diagnostik stenosis arteri karotis Stenosis arteri karotis kebanyakan terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, jika gejala seperti pusing, lemah dan mengantuk terus sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Tes pencitraan untuk stenosis karotis meliputi MRI, CTA
Metode pencitraan yang paling umum untuk stenosis karotis adalah MRI, CTA, MRA, dll. Secara umum, stenosis kurang dari 50% didefinisikan sebagai stenosis karotis ringan, 50%-70% sebagai stenosis karotis sedang, dan lebih dari 70 sebagai stenosis karotis berat.  Stenosis arteri karotis ringan dapat diobati dengan obat-obatan, dan dapat pulih dari stenosis arteri karotis ringan dengan mempertahankan kebiasaan hidup yang baik, serta jiwa yang santai dan suasana hati yang bahagia, dan dengan pemeriksaan rutin di rumah sakit. Stenosis arteri karotis sedang hingga berat lebih sulit diobati dan memerlukan intervensi bedah untuk membuka blokir arteri karotis yang menyempit atau tersumbat. Prosedur yang dapat menyembuhkan stenosis arteri karotis secara tuntas adalah endarterektomi karotis, yang merupakan operasi yang kompleks dan sulit, yang memerlukan keterampilan medis yang tepat.  Endarterektomi karotis telah dilakukan selama hampir tujuh puluh tahun sejak awal pada tahun 1950-an dan telah menjadi sangat umum di negara-negara Barat, tetapi belum di Cina. Saat ini, hanya beberapa rumah sakit umum tersier di kota-kota tingkat pertama yang mampu melakukan prosedur ini di Tiongkok.