Periode pertengahan kehamilan adalah dari akhir minggu ke-13 sampai minggu ke-27 (bulan ke-4 sampai bulan ke-6 kehamilan). Ini juga merupakan periode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, jadi perawatan kesehatan pada pertengahan kehamilan tidak boleh diabaikan. Untuk menjaga keseimbangan berbagai sistem dalam tubuh ibu hamil dan untuk memungkinkan pertumbuhan janin yang sehat, ibu hamil di tengah kehamilan harus memperhatikan: 1. Meningkatkan nutrisi. Di tengah-tengah kehamilan, karena kebutuhan perkembangan janin, makanan harus bergizi dan mudah dicerna. Penting untuk memastikan kualitas makanan dan menjaga keseimbangan nutrisi. Makan lebih banyak makanan berprotein, sayuran, buah-buahan, dll. Pola makan harus luas dan tidak parsial, untuk memastikan asupan berbagai elemen nutrisi. Makanlah makanan ringan dan kurangi garam dan makanan alkali selama kehamilan untuk mencegah edema dan distensi perut yang berlebihan. Hindari makan makanan dingin, pedas dan merangsang seperti minuman dingin, jahe kering, bawang merah, bawang putih dan cabai untuk mencegah dingin dari pembekuan rahim dan mempengaruhi perkembangan janin atau mengganggu lautan darah, yang menyebabkan keguguran. 2. Meningkatkan kalsium. Kalsium adalah zat dasar untuk tulang dan gigi ibu dan janin. Ketika seorang wanita hamil berusia 8 minggu, tulang dan gigi janin mulai berkembang. Pada saat ini, wanita hamil menambah kalsium yang cukup, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan normal janin dan wanita hamil itu sendiri. Jika seorang wanita hamil kekurangan kalsium, dia mungkin menderita kram, tidur gelisah, sering berkeringat, mudah ketakutan, dan dalam kasus yang parah, konsekuensi serius seperti kram. Jika seorang wanita hamil kekurangan kalsium, anaknya juga akan menderita perkembangan tulang dan gigi yang tidak normal, rakhitis dan kejang-kejang kaki-tangan. 3. Ganti dan cuci secara teratur. Pilihlah kain katun dengan ventilasi yang baik dan daya serap kelembapan untuk pakaian dalam Anda, dan gantilah setiap hari. 4. Perhatikan perubahan berat badan. Berat badan ibu hamil rata-rata bertambah 10 hingga 12,5 kg. Obesitas pada ibu dapat dengan mudah menginduksi diabetes dan toksisitas kehamilan, menyebabkan perkembangan janin yang tidak normal. Pertambahan berat badan tidak boleh melebihi 500 gram per minggu. 5. Mencegah pembengkakan. Beberapa wanita hamil akan mengalami pembengkakan kaki atau betis selama periode ini, dan jika mereka berdiri atau berjongkok terlalu lama atau mengikat ikat pinggang mereka terlalu kencang, pembengkakan akan meningkat. Pembengkakan biasanya disertai dengan tekanan darah tinggi dan protein urin, yang merupakan fenomena normal setelah kehamilan. Jika pembengkakan secara bertahap meningkat, pergilah ke rumah sakit untuk pemeriksaan. 6. Perhatikan untuk mencegah sembelit. Selama kehamilan, peristaltik usus dan tonus usus melemah, dan jumlah olahraga berkurang, sehingga sembelit dapat dengan mudah terjadi. Karena tekanan rahim dan embun janin, juga sulit untuk buang air besar. Anda harus mengembangkan kebiasaan buang air besar, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang mengandung lebih banyak serat, dan minum obat pencahar oral jika perlu, tetapi melarang obat pencahar drastis untuk menghindari keguguran dan kelahiran prematur. 7. Jangan abaikan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih disebabkan oleh perubahan endokrin selama kehamilan dan obstruksi fungsional dan mekanis ureter yang disebabkan oleh pembesaran rahim. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan konsekuensi serius seperti keguguran, kelahiran prematur, displasia janin dan bahkan malformasi. Karena sebagian besar pasien hamil tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan, mereka harus diberi perhatian khusus. 8. Pertahankan suasana hati yang bahagia. Anda harus mendengarkan lebih banyak musik yang ringan dan menyenangkan selama kehamilan. Suasana hati yang bahagia dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan janin serta mengurangi gerakan janin. Anda tidak boleh mendengarkan musik rock yang mengasyikkan, Anda harus memupuk hobi memelihara bunga dan ikan mas untuk mengalihkan perhatian dari suasana hati yang buruk dan memupuk sentimen. 9. Pastikan tidur yang cukup dan aktivitas yang sesuai. Aktivitas dapat meningkatkan sirkulasi darah wanita hamil dan janin, yang kondusif bagi perkembangan janin dan kelancaran persalinan wanita hamil. Namun, hindari kelelahan yang berlebihan dan pekerjaan fisik yang berat, perhatikan istirahat dengan baik. 10. Memperkuat pendidikan janin. Pendidikan janin harus dilaksanakan secara sadar dan sengaja, dan kualitas pendidikan janin harus diupayakan. Dalam proses pendidikan janin, suami harus siap untuk merawat istrinya, sehingga istrinya dapat merasakan kehangatan keluarga dan menjaga suasana hatinya tetap bahagia dan energik. Selain itu, suami harus secara aktif mendukung upaya istrinya untuk mendidiknya, dan secara aktif berpartisipasi dalam proses pendidikan janin, sehingga janin dapat menjadi terbiasa dengan suara ayah yang rendah dan kuat, sehingga menciptakan rasa percaya.