Ketuban pecah dini biasanya tidak terlihat pada USG karena tidak mungkin untuk memeriksa pecahnya selaput ketuban. Diagnosis ketuban pecah dini terutama didasarkan pada riwayat medis dan pemeriksaan fisik: riwayat medis berarti bahwa wanita hamil mengalami keputihan yang tiba-tiba atau terus menerus; pemeriksaan fisik berarti bahwa selama spekulasi vagina, kita dapat melihat genangan cairan ketuban yang jernih di forniks posterior, dan jika kita menggunakan tes pH untuk mendeteksi genangan cairan ketuban, tes pH dapat berubah menjadi biru. Ini berarti bahwa lingkungan vagina normal bersifat asam dan cairan ketuban bersifat basa. Jika air ketuban pecah, kumpulan cairan ketuban di forniks posterior akan bersifat basa, sehingga tes PH akan berubah menjadi biru atau tes PH akan mendeteksi perubahan pH vagina melalui keputihan. Ultrasonografi tidak selalu cukup baik untuk mendiagnosis ketuban pecah dini.