Katarak kongenital adalah kelainan genetik atau perkembangan bawaan yang hadir sebelum lahir atau berkembang secara bertahap setelah lahir. Katarak kongenital adalah penyakit mata umum yang secara serius mempengaruhi perkembangan penglihatan pada bayi dan anak-anak, dan merupakan penyebab penting kebutaan dan ambliopia pada anak-anak. Sekitar 10-38,8% kebutaan bayi dan anak di Tiongkok terkait dengan katarak kongenital, yang merupakan penyebab kebutaan tertinggi kedua. Oleh karena itu, demi kesehatan anak-anak, orang tua harus menyebarkan dan meningkatkan kesadaran akan katarak kongenital. Bagaimana kita dapat mendeteksi katarak kongenital pada anak-anak pada tahap awal? Orang tua harus memperhatikan aspek-aspek berikut ini: 1. Pada bayi normal, kornea dan lensa kedua matanya transparan, dan pupil di kedua sisinya sama besar dan bulat, serta sensitif terhadap cahaya. Jika orang tua menemukan bahwa area pupil anak mereka telah menjadi putih atau abu-abu dan berkilau, mereka harus waspada terhadap adanya katarak kongenital dan pergi ke rumah sakit biasa untuk pemeriksaan dini. Perhatikan gerakan mata anak Anda dari waktu ke waktu. Anak yang normal memiliki kemampuan untuk mengikuti aktivitas kedua matanya sendiri. Orang tua dapat memegang mainan di depan anak dan jika mata anak tidak mengikuti aktivitas atau mata tidak berputar secara terkoordinasi, anak harus diperiksa oleh dokter mata. Ketiga, perhatikan apakah anak memiliki posisi kepala kompensasi Secara umum, anak-anak sering menggunakan mata dengan penglihatan yang lebih baik ketika melihat sesuatu, dan menyebabkan kepala mereka menyimpang ke sisi dengan penglihatan yang lebih baik ketika melihat sesuatu, menggunakan satu mata untuk melihat sesuatu, yang disebut posisi kepala kompensasi. Jika demikian, anak harus diperiksa di rumah sakit. IV. Riwayat medis Studi tentang etiologi katarak kongenital telah menunjukkan bahwa faktor genetik menyumbang 30 hingga 50 persen. Oleh karena itu, orang tua harus mewaspadai adanya kerabat yang menderita katarak kongenital. Selain itu, ibu yang pernah mengalami infeksi virus seperti cacar air, herpes, herpes zoster, campak, atau influenza selama tiga bulan pertama kehamilan harus waspada terhadap katarak kongenital pada anak-anak mereka. Selain itu, perhatian ekstra harus diberikan jika anak lahir prematur atau memiliki riwayat hipoksia intrauterin.