Dapatkah kebutaan katarak kongenital pada bayi dan anak-anak dicegah?

  Tujuan: Untuk menyelidiki koreksi optik yang rasional, perawatan rehabilitasi visual dan efek klinis mata afakik pasca-operasi pada bayi dan anak-anak.  Metode: 1. Koreksi optik yang wajar: kedua mata harus dirawat dengan lensa sferis kompresi atau lensa RGP permeabilitas ultra-tinggi (nilai Dk 160) yang dapat dipakai terus menerus dalam semalam, sementara anak-anak monokuler harus dirawat dengan lensa RGP permeabilitas ultra-tinggi; 2. Pelatihan rehabilitasi visual yang sistematis: selain pelatihan ambliopia, pelatihan okulomotor seperti pelatihan fleksibilitas mediasi, pelatihan fleksibilitas vergensi, membaca (atau pandangan ke target) menyapu dan pelacakan juga dapat diterapkan untuk Penilaian fungsi visual, termasuk posisi mata, status tatapan, ketajaman visual selektif dan penilaian pemasangan lensa RGP, pemasangan lensa, kesehatan kornea (pewarnaan neon), kebersihan lensa dan penilaian integritas lensa. Ultrasonografi digunakan untuk mengukur panjang aksial mata bila diperlukan. Hasil: Fungsi visual anak-anak meningkat secara signifikan dengan perawatan di atas, ketajaman visual membaik, tatapan mata yang baik dipulihkan, strabismus perseptual dan nistagmus menghilang atau membaik secara signifikan, dan tidak ada komplikasi yang terkait dengan pemasangan RGP.  Kesimpulan: Melalui koreksi optik yang wajar dan pelatihan visual yang sistematis, keterampilan visual anak dapat ditingkatkan secara signifikan, membantunya membuat gerakan binokular yang halus dan terkoordinasi, meningkatkan persepsi visual dan meningkatkan kualitas visual.