Penanganan bedah hidronefrosis pediatrik saat ini dibagi menjadi bedah terbuka dan bedah laparoskopi. Secara umum, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri: pembedahan laparoskopi untuk hidronefrosis (anastomosis ureter panggul terputus) pada dasarnya telah mencapai hasil pembedahan terbuka setelah upaya bertahun-tahun, dan merupakan prosedur invasif minimal, yang disambut baik oleh sebagian besar pasien dan keluarganya. Operasi dilakukan dengan anestesi umum dan umumnya memakan waktu antara 2-4 jam (tergantung situasinya), dengan pemulihan pasca operasi yang cepat, tetapi yang terpenting adalah luka yang kecil untuk mencapai hasil yang estetis. Pembedahan terbuka umumnya dilakukan di luar peritoneum tanpa memasuki rongga perut, dengan waktu operasi yang lebih singkat (1-1,5 jam), tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dan komplikasi yang lebih sedikit, terutama pada tahun-tahun belakangan ini dengan sayatan terbuka yang kecil, yang mencapai hasil yang lebih minimal invasif (anestesi umum yang lebih singkat, tidak ada serangkaian komplikasi yang disebabkan oleh pneumoperitoneum, dan lain-lain) dan sangat cocok untuk anak-anak dengan usia yang sangat muda (beberapa bulan). Namun demikian, jenis pembedahan yang dilakukan tergantung pada kondisi aktual pasien dan pengalaman dokter bedah, dan tidak ada yang mutlak baik atau buruk.