Bagaimana cara melakukan skrining untuk menghilangkan “pinggul terlebih dahulu”?

  Bagaimana cara mendeteksi pinggul bawaan tanpa terlewatkan? Apa yang terjadi pada bayi baru lahir ketika ia dilahirkan dengan dislokasi pinggul bawaan?  Apa cara yang paling tepat untuk mendeteksi dislokasi pinggul bawaan pada bayi baru lahir?  2. Skrining terfokus: Fokus skrining adalah pada bayi baru lahir dengan faktor risiko tinggi, seperti posisi sungsang, bayi perempuan, bayi sulung, riwayat keluarga dengan “pinggul prevertebral”, tungkai bawah yang tidak sama, sindrom Down, cara berjalan yang goyah, nyeri pinggul setelah beraktivitas, leher yang miring, pembalikan kaki dan tulang metatarsal, dll.  3. Fokus pada penghindaran: fokuslah untuk menghindari subluksasi tertunda yang disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti cerebral palsy, cerebral palsy pediatrik, kontraktur pinggul, gangguan sumsum tulang belakang, sindrom Down, sindrom Marfan, dan displasia epifisis multipel.  Pertama-tama, penting untuk ditekankan bahwa tidak semua asimetri pinggul (misalnya, perbedaan dalam kedalaman, panjang dan jumlah skin tag) adalah “pinggul pertama”, tetapi jika ada asimetri pinggul, maka berisiko tinggi untuk mengalami “pinggul pertama”. Namun, jika terdapat asimetri pada pola pinggul, maka berisiko tinggi mengalami prematuritas pinggul.  1. Jika anak mengalami dislokasi pinggul kiri, kita dapat melihat bahwa garis pinggul kiri lebih dalam dan lebih panjang, dengan satu sisi lebih tinggi dan satu sisi lebih rendah.  2. Jika anak mengalami dislokasi pinggul sebelah kiri, kita dapat melihat bahwa garis pinggul di kedua sisi tidak hanya berbeda tinggi tetapi juga jumlahnya tidak sama.  3. Pinggul kiri mengalami dislokasi dan lutut kiri lebih rendah dari lutut kanan. Tes ini disebut “tes Allis” dan mengharuskan kita untuk menekuk pinggul dan lutut anak dengan tumit bersama-sama. Jika lutut tidak sama tingginya di kedua sisi, maka kita harus sangat curiga terhadap dislokasi pinggul.  4. Dislokasi pinggul kiri anak. Tes ini disebut “tes katak”, yang melibatkan menekuk sendi pinggul dan lutut di kedua sisi dan menculik sendi pinggul pada saat yang sama, seperti katak kecil. Jika pinggul tidak dapat diratakan, atau jika sudut penculikan antara kedua kaki lebih dari 20°, maka kemungkinan dislokasi pinggul harus dipertimbangkan.  Sebagai pengingat: jika Anda menemukan dugaan dislokasi pinggul, Anda harus pergi ke klinik ortopedi pediatrik spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan. Diagnosis dini dalam tiga bulan pertama kehidupan, dengan perawatan konservatif yang teratur dan berkesinambungan, sebagian besar anak dapat mencapai hasil yang baik.