Perawatan diet untuk pasien dengan memar gastrointestinal

  Stasis gastrointestinal paling sering terlihat pada gagal jantung kanan karena berbagai penyakit kardiovaskular dan pada hipertensi portal karena berbagai penyebab. Stasis gastrointestinal dapat dilihat pada berbagai penyebab hipertensi portal, di mana darah vena dari saluran cerna tidak mengalir lancar melalui vena porta ke hati, sehingga terjadi stasis gastrointestinal. Gejala klinis sering kali meliputi kurang nafsu makan, mual dan muntah, sering kali disertai hepatosplenomegali. Pola makan pasien dengan stasis gastrointestinal sangat penting, jadi apa yang baik untuk dimakan oleh pasien dengan stasis gastrointestinal?  1.Ayam Sebagian besar nutrisi dalam ayam adalah protein dan lemak. Karena hipertensi portal menyebabkan penurunan sintesis protein dan lemak oleh hati, disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak ayam.  Cara melakukannya: cuci bersih dan potong ayam menjadi bubur, cuci bersih dan potong jamur kering, potong wortel dan potong udang menjadi partikel yang lebih besar. Tambahkan semua “bumbu” ke dalam ayam, lalu tambahkan udang, jamur dan wortel, aduk rata. Tutupi dengan selembar rumput laut, tekan perlahan dan gulung; kukus selama 10 menit.  2 . Daging babi tanpa lemak Daging babi tanpa lemak kaya akan protein dan lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor dan zat besi. Sangat cocok untuk hipertensi portal.  Petunjuk: Cuci dan potong daging babi tanpa lemak menjadi bola-bola, wortel parut dan sisihkan; tambahkan mie ke dalam panci berisi air dan aduk perlahan, lalu tambahkan bakso dan wortel parut, masak dan saring ke dalam mangkuk; terakhir tambahkan paket nutrisi dan bubuk hati.  3, buah Apel kaya akan vitamin C dan elemen jejak, karena vitamin C secara langsung terlibat dalam metabolisme hati dan meningkatkan pembentukan glikogen hati. Oleh karena itu, disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak untuk hipertensi portal.  Petunjuk: Anda dapat memeras jus dan meminumnya, 200-300 ml per hari. Konsumsi di antara waktu makan