(i) Jenis respons terhadap pengobatan antivirus Tergantung pada indikator yang diamati, respons tersebut dapat dibagi menjadi respons biokimia, respons virologi, dan respons histologis. 1. Respons biokimia: ALT dan AST kembali normal. Respon virologi: (1) Respon virologi dini (EVR): mengacu pada tes HCV RNA serum kualitatif negatif (atau tes kuantitatif yang kurang dari batas deteksi minimum) atau tes kuantitatif yang berkurang 2 tingkat log (Log) atau lebih pada 12 minggu pengobatan. Mereka yang memiliki EVR awal rentan terhadap SVR, sedangkan mereka yang tidak memiliki EVR lebih kecil kemungkinannya untuk mencapai SVR, oleh karena itu EVR dapat digunakan sebagai prediktor SVR. (2) Respons virologi akhir pengobatan (ETVR): yaitu RNA HCV kualitatif negatif pada akhir pengobatan (atau tes kuantitatif kurang dari batas deteksi terendah); (3) SVR: yaitu RNA HCV kualitatif negatif pada akhir pengobatan minimal 24 minggu masa tindak lanjut (atau tes kuantitatif kurang dari batas deteksi terendah); (4) Tidak ada respons (NR): mengacu pada mereka yang tidak pernah memperoleh EVR, ETVR, dan SVR. (4) Non-responden (NR): mengacu pada mereka yang tidak pernah memperoleh EVR, ETVR dan SVR. (5) Kambuh: RNA HCV negatif pada akhir pengobatan (atau tes kuantitatif kurang dari batas deteksi minimum), tetapi menjadi positif lagi setelah menghentikan obat; (6) Terobosan: Beban RNA HCV menurun atau menjadi negatif selama pengobatan, tetapi beban RNA HCV meningkat atau menjadi positif sebelum menghentikan obat. 3. Respon histologis: Mengacu pada perbaikan nekrosis dan fibrosis peradangan histopatologis hati, yang dapat dievaluasi dengan penilaian jaringan hati yang umum (derajat nekrosis peradangan), stadium (derajat fibrosis) atau sistem penilaian semi-kuantitatif di dalam dan di luar negeri. (ii) Faktor-faktor yang mempengaruhi respons terhadap terapi antivirus Respons terhadap terapi antivirus untuk hepatitis C kronis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor berikut ini kondusif untuk mencapai SVR: (1) genotipe HCV 2 atau 3; (2) tingkat virus <2×106 kopi/ml; (3) usia <40 tahun; (4) perempuan; (5) durasi infeksi HCV yang singkat; (6) fibrosis hati ringan; (7) kepatuhan yang baik terhadap pengobatan; (8) kepatuhan yang baik terhadap pengobatan (8) Tidak ada obesitas yang signifikan; (9) Tidak ada koinfeksi dengan HBV dan HIV; (10) Pengobatan: kombinasi PEG-IFNα dan ribavirin adalah yang terbaik.