Sejak awal musim dingin, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam proporsi pasien pilek dan flu di klinik rawat jalan A&E, terutama orang tua dan anak-anak, dan saya telah menemukan bahwa banyak keluarga yang datang bersama untuk memeriksakan diri ke bagian pediatri A&E pada jam kerja malam. Di bagian pediatri untuk memeriksakan anak-anak mereka dan kemudian pergi ke bagian penyakit dalam, mengapa begitu banyak orang yang terinfeksi? Para ahli mengatakan ada beberapa alasan. Pertama: virus flu di gagang pintu dapat bertahan selama 2 hari Beberapa peneliti telah menemukan bahwa virus flu biasanya dapat bertahan selama dua hari atau bahkan lebih lama, dan penelitian ini juga menemukan bahwa beberapa pasien yang sering bersentuhan dengan area tersebut, seperti pintu kulkas dan kenop pintu memiliki peluang 40 persen untuk mempertahankan virus flu. Sebuah studi yang dilakukan oleh spesialis telinga, hidung dan tenggorokan mengkonfirmasi bahwa sejumlah besar virus pilek dan flu tetap berada di remote control TV dan sakelar listrik di kamar hotel setelah tamu yang terkena flu meninggalkan hotel. Tamu berikutnya yang menginap di kamar tersebut dapat terkena flu. Artinya, jika ada orang yang sedang pilek di rumah Anda, cobalah untuk tidak menyentuh gagang pintu, remote control, dan barang-barang lain yang sering digunakan oleh banyak orang. Barang-barang lain yang termasuk dalam kategori ini termasuk sakelar lampu, keran kamar mandi, telepon, dan sebagainya. Kedua: Jangan berdekatan dengan orang yang sedang pilek Anggota keluarga yang sedang pilek harus berusaha menghindari kontak dekat dengan anak-anak, seperti mencium wajah anak, berbicara dari mulut ke mulut dengan anak, dan sebagainya. Ketiga: tetap hangat di atas kepala juga ingin menderita pilek Mengapa bayi dan anak kecil rentan terhadap pilek? Mengapa bayi dan anak kecil mudah terserang pilek? Alasannya adalah karena anak-anak masih kecil dan daya tahan tubuhnya lemah. Namun, hal ini lebih sering disebabkan oleh manusia, seperti terlalu menghangatkan diri. Akhir-akhir ini cuaca mulai dingin, beberapa orang tua muda berpikir bahwa anak-anak mereka masih terlalu kecil untuk takut kedinginan, sehingga mereka memakaikan mantel dan jaket untuk anak-anak mereka dan menjaganya agar tetap hangat. Padahal, ini adalah niat baik untuk melakukan hal yang buruk, tetapi lebih cenderung menyebabkan anak masuk angin, anak akan aktif, metabolisme juga cepat, terlalu banyak pakaian yang terlalu tebal, anak akan mudah berkeringat. Keringat menjadi dingin, basah dan basah pada kulit anak, mudah masuk angin. Oleh karena itu, orang tua harus sesuai dengan perubahan iklim bagi anak untuk menambah atau mengurangi pakaian, daripada semakin banyak pakaian tebal semakin banyak asuransi. Keempat: “Mencuci tangan” adalah metode pencegahan terbaik Tangan adalah salah satu cara utama untuk menyebarkan virus pernapasan. Untuk mencegah influenza, penting untuk sering mencuci tangan. Anda harus mencoba mencuci tangan dengan air hangat atau air panas, dan ketika Anda menggunakan sabun, Anda tidak hanya harus melapisi jari-jari dan telapak tangan Anda, tetapi juga bagian bawah kuku Anda, di sekitar pergelangan tangan dan di antara jari-jari Anda. Gosokkan tangan Anda satu sama lain cukup lama sebelum mencucinya dengan air. Ketika rekan kantor atau anggota keluarga terserang flu, telepon, gagang pintu, remote control, dan handuk yang disentuhnya dapat terkontaminasi virus influenza, karena selain penyebaran virus influenza melalui udara, air liur, dan tetesan air liur, benda-benda yang disentuh oleh orang yang terserang flu juga merupakan bahan penularan yang penting, dan virus dapat bertahan hidup di benda-benda tersebut selama beberapa jam. Oleh karena itu, jika Anda mengembangkan kebiasaan mencuci tangan secara teratur, Anda dapat mengurangi waktu virus berada di tangan Anda dan menghindari infeksi. Kelima: buka jendela, minum lebih banyak air Udara tidak bersirkulasi, tidak ada pergantian udara segar, jika ada orang yang masuk angin, jumlah virus di dalam ruangan pasti cukup banyak, di lingkungan seperti itu, virus mudah dihirup ke dalam tubuh. Bukalah jendela dari waktu ke waktu untuk membiarkan udara mengalir dan menyebarkan virus untuk mengurangi kemungkinan penyebaran flu. Minum banyak air membantu melindungi penghalang selaput lendir kulit dan juga membantu tubuh mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan racun.