(1) Manajemen hidup: Hiduplah secara teratur, tidurlah secara teratur, jangan bermain game komputer atau game seluler, jangan menonton program TV yang terlalu merangsang, jangan bermain berlebihan sebelum tidur, dan kembangkan kebiasaan buang air kecil sebelum tidur. (2) Pantangan makanan: Tidak boleh minum, tidak boleh makan pedas, tidak boleh makan makanan penutup, tidak boleh makan buah di malam hari, tidak boleh minum minuman diuretik seperti millet, tidak boleh minum air putih dan nasi 2 jam sebelum tidur. (3) Latihan menghentikan buang air kecil: Ajaklah anak untuk menghentikan buang air kecil di tengah-tengah setiap kali buang air kecil, hitunglah 1 sampai 10 sendiri, lalu selesaikan buang air kecilnya, hal ini akan melatih dan memperbaiki kemampuan sfingter kandung kemih untuk mengontrol buang air kecil. (4) Latihan menahan kencing: Biarkan anak Anda minum lebih banyak air di siang hari dan ketika keinginan untuk buang air kecil muncul, mintalah dia untuk menahan kencing tidak lebih dari 30 menit setiap kali. Latihlah sekali atau dua kali sehari untuk memperluas kandung kemih dan meningkatkan kapasitasnya, sehingga mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari. (5) Latihan bangun tidur: Orang tua harus menguasai pola buang air kecil pada anak-anak mereka dan membangunkan mereka secara langsung atau dengan jam alarm sebelum mereka mengompol, dan memastikan bahwa mereka turun dari tempat tidur untuk buang air kecil sendiri setelah mereka bangun, tanpa mengambil atau menahan air seni. Setelah latihan berulang-ulang, anak akan dapat bangun dan buang air kecil sendiri. Anda tidak perlu takut membangunkan anak Anda beberapa kali dalam semalam untuk mengompol. Setelah menerima perawatan, Anda dapat menunda waktu bangun dan mengamati jumlah air seni yang dikeluarkan anak Anda setelah bangun tidur. Jika anak tidak mengompol dalam waktu yang lama, tetapi sesekali mengompol karena makanan, hujan, atau kelelahan, anak harus dibangunkan keesokan harinya untuk buang air kecil.