Diagnosis dan pengobatan sindrom kandung kemih yang menyakitkan/sistitis interstitial

Sindrom sistitis intertitial / sindrom nyeri kandung kemih adalah sindrom kandung kemih inflamasi yang ditandai dengan nyeri kronis pada kandung kemih, parah dan penyebab yang tidak diketahui (diagnosis tidak termasuk etiologi yang diketahui) [2]. Hal ini sering dikaitkan dengan frekuensi berkemih (92%), urgensi (92%), nyeri berkemih (70%), dan nokturia (nokturia), sementara kultur urin steril. Gejala sistitis interstitial dapat tumpang tindih dengan gejala fungsi kandung kemih abnormal lainnya [3]: seperti infeksi saluran kemih, sindrom kandung kemih terlalu aktif, ureteritis, sindrom uretra, dan prostatitis. Sindrom ini sering menyebabkan penderitaan besar bagi pasien dan sangat mengurangi kualitas hidup seperti halnya rheumatoid arthritis, nyeri kanker kronis atau dialisis ginjal. Hasil dari berbagai pengobatan yang diterapkan hingga saat ini, termasuk kistektomi, kurang memuaskan.       Diagnosis: Diagnosis C/BPS adalah proses eksklusi berdasarkan gejala klinis. Pedoman American UrologicalAssociation (AUA) merekomendasikan riwayat yang cermat, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium untuk menilai gejala IC / BPS dan kelainan potensial lainnya [1]. tes KCl, juga dikenal sebagai tes sensitivitas kalium, tidak lagi direkomendasikan. Dalam kasus-kasus yang kompleks, tes distensi irigasi kandung kemih sistoskopi (hidrodistensi) sangat membantu untuk diagnosis, tetapi tes ini tidak spesifik untuk IC / BPS dan tes itu sendiri dapat menghasilkan blebs kandung kemih (glomerulasi) yang mirip dengan IC / BPS. Oleh karena itu, diagnosis IC/BPS terutama bergantung pada metode eksklusi.

Pengobatan penyakit ini terutama dengan pengobatan, diet, modifikasi psikologis atau pembedahan.