Rehabilitasi untuk korban stroke dengan hemiplegia

  Rehabilitasi dini pada pasien stroke dengan hemiplegia sangat penting. Disarankan untuk berlatih dengan benar dan ilmiah di bawah bimbingan praktisi rehabilitasi profesional. Pertama, untuk pasien yang stabil dan tidak dapat bergerak secara aktif, gerakan pasif harus dilakukan sedini mungkin. Rentang pergerakan sendi anggota tubuh yang terkena, seperti fleksi, ekstensi, dan rotasi, dapat berkisar dari kecil hingga besar. Mencegah kontraktur sendi dan kelenturan anggota tubuh yang terkena. Pasien juga harus didorong untuk aktif berolahraga.  Kedua, latihan aktif dan pasif harus dilakukan sedini mungkin untuk pasien yang memiliki gerakan aktif. Penting juga untuk menghindari perkembangan pola kejang, yaitu kejang fleksor pada tungkai atas; kejang ekstensor pada tungkai bawah. Oleh karena itu, peregangan anggota tubuh bagian atas dapat dilakukan dengan gerakan berikut: mengetuk dinding dengan punggung tangan, mendorong segelas air dengan punggung tangan. Berjalan dengan punggung tangan. Tungkai bawah lebih sering dilenturkan dan lebih banyak squat yang dapat dilakukan. Namun, banyak pasien memiliki kesalahpahaman bahwa rehabilitasi hemiplegia berarti memulihkan kekuatan anggota tubuh, sehingga mereka mati-matian meremas karet gelang dan menarik talinya, yang pada gilirannya memperkuat kejang otot-otot fleksor pada tungkai atas, sehingga jari-jari dan sendi siku semakin kaku dan tidak lurus.