Tujuan Untuk menganalisis korelasi antara jenis kelamin, usia, degenerasi diskus, osteoartritis pada proses intervertebralis dan pergeseran badan vertebra serta ketidakstabilan tulang belakang lumbal degeneratif pada segmen yang sesuai. Metode MRI lumbal dan radiografi lateral hiperekstensi/hiperekstensi berdiri dilakukan untuk mengamati degenerasi diskus, degenerasi sendi facet intervertebralis, dan pergeseran badan vertebra pada segmen gerak L1~S15. Ketidakstabilan lumbal dibagi menjadi ketidakstabilan perpindahan anterior, ketidakstabilan perpindahan posterior, dan ketidakstabilan sudut. Degenerasi diskus diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan. Degenerasi sendi facet diklasifikasikan menjadi 4 level. Spondilolistesis lumbal diklasifikasikan menjadi empat tingkat. Hasilnya dianalisis dengan analisis korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan anterior berkorelasi positif dengan degenerasi diskus, berkorelasi negatif dengan osteoartritis sendi facet intervertebralis, dan berkorelasi positif dengan selip badan vertebra; ketidakstabilan posterior berkorelasi positif dengan usia, berkorelasi positif dengan degenerasi diskus, berkorelasi positif dengan osteoartritis sendi facet intervertebralis, dan tidak berkorelasi signifikan dengan selip badan vertebra. Kesimpulan: Ketidakstabilan lumbal degeneratif berkorelasi secara signifikan dengan berbagai faktor, tetapi spondilolistesis lumbal tidak selalu terkait dengan ketidakstabilan.