Dapatkah epilepsi diturunkan ke generasi berikutnya?

  Epilepsi, juga dikenal sebagai “epilepsi domba”, adalah sindrom disfungsi otak sementara berulang kronis yang ditandai dengan pelepasan neuron otak abnormal yang menyebabkan kejang epilepsi berulang. Epilepsi adalah salah satu gangguan neurologis yang paling umum, dengan tingkat kecacatan yang tinggi, kejang berulang, dan perjalanan yang panjang, yang secara serius mengancam kesehatan fisik dan mental pasien (terutama pasien remaja), mencegah mereka untuk hidup, bekerja, dan belajar secara normal, memengaruhi kualitas hidup pasien dan anggota keluarganya, serta meningkatkan beban ekonomi. Kesalahpahaman apa tentang epilepsi yang cenderung kita miliki dalam hidup?  1, kejang adalah epilepsi: kejang adalah salah satu gejala utama epilepsi, tetapi bukan gejala unik epilepsi, penyakit lain juga dapat menyebabkan kejang-kejang, seperti kejang-kejang kalsium rendah, hipoglikemia, kejang-kejang hipertermia pediatrik, dll. Bukan bagian dari epilepsi. Dan beberapa jenis pasien epilepsi tidak memiliki gejala kejang-kejang, seperti kejang aphasic dan kejang psikomotorik pada epilepsi lobus temporal. Oleh karena itu, kejang-kejang tidak dapat disamakan dengan epilepsi.  2, gerakan kejang adalah kejang besar, gerakan kecil adalah kejang kecil: kejang besar dan kecil pada epilepsi tidak dibedakan berdasarkan besarnya gerakan kejang. Kejang besar adalah kejang seluruh tubuh dan anggota badan, sedangkan kejang petit yang khas mengacu pada hilangnya kesadaran, kehilangan kesadaran singkat, jeda dalam gerakan, dan tidak ada tindakan kejang. Beberapa pasien atau anggota keluarga mereka merujuk pada bentuk kejang lain selain kejang grand mal umum sebagai kejang petit mal, yang jelas tidak akurat. Dokter harus mengetik secara akurat sesuai dengan riwayat medis pasien dan gejala awal, dan obat yang dipilih secara wajar, untuk mencapai hasil yang lebih baik. Bagi mereka yang tidak dapat diketik secara akurat, EEG video jarak jauh dapat digunakan.  Mayoritas pasien mengalami kehilangan kesadaran pada awal kejang, tetapi beberapa jenis epilepsi, seperti kejang parsial sederhana, epilepsi mioklonik, dan pasien lainnya jelas sadar pada awal kejang. Diagnosis epilepsi tidak boleh disangkal karena pasien tidak kehilangan kesadaran, dan pengobatan tidak boleh ditunda.  4, epilepsi bersifat turun-temurun, pasien epilepsi tidak dapat memiliki anak: sebagian besar epilepsi tidak turun-temurun. Efek epilepsi pada generasi berikutnya tidak 100%. Namun, dari sudut pandang eugenik, yang terbaik bagi penderita epilepsi untuk menghindari menikahi orang dengan ambang kejang yang rendah (termasuk penderita epilepsi dan mereka yang memiliki riwayat kejang demam); selain itu, penderita epilepsi harus memiliki anak setelah kondisinya stabil dan kejangnya pada dasarnya terkontrol.