Apa penyebab ambliopi?

  Ada banyak penyebab ambliopi, yang paling umum adalah: 1. Kelainan refraksi Paling sering terjadi pada anak-anak dengan kelainan refraksi yang tinggi (miopi, hipermetropi, astigmatisme) yang tidak memakai kacamata korektif, kebanyakan pada kedua mata. Semakin muda anak mulai mengenakan kacamata, semakin baik hasilnya.  Untuk menghilangkan ketidaknyamanan ini, pusat visual otak secara aktif menghambat impuls visual yang berasal dari strabismus, yang mengakibatkan ambliopi. Anak-anak dengan strabismus juga cenderung memiliki kelainan refraksi, jadi penting untuk mengoreksi hal ini sedini mungkin, serta menutupi mata strabismik dan mengoreksi strabismus dengan pembedahan apabila sesuai.  Apabila penyakit mata yang memengaruhi penglihatan (misalnya, katarak kongenital, ptosis, leukoplakia kornea, dll.) terjadi selama masa bayi sebelum fungsi visual berkembang, penyakit ini mencegah cahaya memasuki mata dan menghalangi retina dari rangsangan cahaya yang normal, sehingga mengakibatkan gangguan fungsional dan ambliopi. Dalam kasus ambliopi yang kekurangan bentuk, penyebab kekurangan bentuk harus dihilangkan sesegera mungkin, misalnya katarak kongenital harus dioperasi segera setelah terdeteksi, karena pembedahan yang lebih dari 3 bulan akan meninggalkan beberapa derajat ambliopi.  Aberasi refraktif Aberasi refraktif berarti bahwa terdapat perbedaan besar antara aberasi refraktif kedua mata, misalnya, satu mata normal dan mata lainnya sangat hiperopik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ukuran dan kejernihan gambar objek yang dibentuk oleh retina kedua mata sangat berbeda dan tidak dapat dibaurkan dengan baik. Pusat visual otak hanya dapat menekan bayangan objek dari mata dengan kelainan refraksi yang lebih besar, sehingga terjadi ambliopi. Kondisi ini juga harus ditangani sedini mungkin dengan kacamata untuk mengoreksi kelainan refraksi dan menutupi mata yang lebih baik.