Apa yang dimaksud dengan Excimer Laser Sub-Elastis Keratomileusis (SBK)?

  Dengan meningkatnya kematangan dan popularitas excimer laser in situ keratomileusis (LASIK), prosedur LASIK secara bertahap berevolusi dari flap tebal konvensional menjadi flap tipis, di mana SBK merupakan prosedur LASIK flap tipis yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Prosedur ini merupakan prosedur peralihan antara bedah superfisial dan lamelar, di mana flap ultra-tipis dengan ketebalan sekitar 90-ll0 mikron dibuat dengan menggunakan mikrokeratome sekali pakai atau laser femtosecond, dan pemotongan laser dilakukan di bawah lapisan elastis anterior kornea, sehingga lapisan elastis anterior tetap utuh.  Pelestarian lapisan elastis anterior secara biomekanik lebih baik daripada operasi superfisial, sementara flap cukup tipis untuk tidak kehilangan jaringan fibrosa yang lebih dalam; lebih banyak lapisan stroma kornea yang dipertahankan daripada operasi LASIK konvensional, sehingga mencegah dilatasi kornea pascabedah dan terjadinya kornea kerucut yang diinduksi secara medis; dan karena ujung flap tertinggal di sisi hidung, ujung saraf trigeminal hidung tetap terjaga, sehingga secara signifikan mengurangi kejadian mata kering pascabedah. SBK semakin digemari oleh dokter mata dan pasien rabun jauh karena keunggulannya yang unik, seperti pemulihan penglihatan yang cepat, kualitas penglihatan yang baik, dan keamanan yang lebih baik.