Bagaimana cara melindungi kornea

  Sepupu cantiknya, Xiao Bo, yang berada di tahun pertamanya di universitas, memiliki miopia 500 derajat. Setelah dilakukan mikroskop lampu celah dan pewarnaan kornea, ditemukan dua fokus ulkus kornea berwarna putih keabu-abuan pada masing-masing matanya, dan ia menderita “ulkus kornea bakteri”.  Miopia adalah penyakit modern dalam masyarakat saat ini dan semakin banyak anak laki-laki dan perempuan yang memakai lensa kontak untuk terlihat cantik, tetapi para remaja ini mungkin tidak menyadari bahwa lensa kontak yang tidak tepat dan beberapa kebiasaan yang salah dapat membahayakan mata mereka. Di klinik oftalmologi kami, hampir setiap hari, 5-6 teman kami menderita infeksi kornea akibat pemakaian lensa kontak yang tidak tepat, yang tidak hanya memengaruhi pekerjaan dan studi mereka, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada penglihatan mereka.  Jika mata adalah jendela jiwa, maka kornea adalah kaca di jendela. Kornea normal sejernih kristal, yang juga dikenal sebagai ‘mata hitam’, dan meskipun tebalnya hanya setengah milimeter, kornea tidak hanya membentuk dinding luar mata, tetapi juga memiliki fungsi pemfokusan yang kuat untuk memfokuskan cahaya ke retina. Jika kita mengibaratkan mata sebagai kamera, kornea adalah lensa kamera, dan kelopak mata serta air mata adalah perangkat yang melindungi ‘lensa’. Setiap kali kita berkedip, kelopak mata kita berkedip tanpa kita sadari, dan air mata menutupi permukaan kornea dengan lapisan air mata yang tipis untuk melindungi lensa dan menjaga mata tetap nyaman. Karena kornea adalah lensa transparan, kornea tidak memiliki pembuluh darah, tetapi kaya akan saraf. Oleh karena itu, kornea menerima nutrisi dari air mata dan jika air mata tidak mengandung cukup nutrisi, kornea menjadi kering dan kurang transparan. Selain itu, kornea merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif, terutama terhadap sentuhan dan rasa sakit.  Kornea sering terpapar udara dan kuman, dan berfungsi sebagai dinding untuk melindungi mata. Lapisan epitel kornea memiliki fungsi pertahanan terhadap serangan bakteri dan mikroorganisme ke dalam mata. Setelah epitel kornea rusak, maka akan terlihat seperti lubang yang dibuat di dinding, yang mengakibatkan kemerahan, fotofobia, robekan, nyeri, dan ketidaknyamanan lainnya. Kaum muda, terutama mereka yang memakai lensa kontak, perlu menjaga kesehatan kornea dengan lebih baik.  Dengan perkembangan ekonomi yang pesat di masyarakat saat ini, kehidupan, studi, dan pekerjaan masyarakat telah mengalami perubahan radikal. Dengan lingkungan perkotaan yang padat, semakin banyak anak muda dan pekerja kantoran yang menderita penyakit mata kering akibat paparan komputer, TV, konsol game, dan telepon genggam yang terus-menerus. Mata kering adalah suatu kondisi di mana epitel kornea menunjukkan kehilangan mikroskopis akibat berkurangnya air mata atau penguapan air mata yang berlebihan. Di masa lalu, mata kering, katarak, glaukoma, dan gangguan lainnya merupakan penyakit mata yang umum terjadi pada lansia, tetapi sekarang telah ditemukan bahwa 90% orang yang bekerja di depan komputer selama lebih dari 3 jam sehari memiliki masalah mata, dan yang disebut “sindrom terminal video” ini adalah manifestasi dari penyakit mata kering. Karena kornea menyerap sebagian besar oksigen dengan melarutkan oksigen di atmosfer, sel mata kering tidak dapat bertukar oksigen dengan atmosfer, sehingga penting untuk menjaga kelembapan mata dan disarankan untuk berkedip. Karena kelopak mata berulang kali membersihkan permukaan kornea saat berkedip, mikroorganisme cenderung tidak dapat bertahan lama saat lapisan air mata didistribusikan secara merata di sekitar mata untuk melembabkannya. Selain itu, suplementasi yang tepat dengan air mata buatan berkualitas tinggi juga merupakan metode aktif untuk melembabkan kornea dan perawatan mata kering.  Merawat kornea dan memperkuat kemampuannya untuk mempertahankan diri dari musuh eksternal seperti mikroorganisme adalah strategi perawatan mata yang penting. Jika Anda perlu memakai lensa kontak, Anda harus memperhatikan kesehatan, kebersihan, dan pemasangan yang akurat. Keratitis dan ulkus kornea adalah penyakit kornea klinis umum yang sangat berbahaya bagi mata. Oleh karena itu, penting untuk mencegah keratitis dan ulkus kornea.  Bagaimana cara melindungi mata saya dari penyakit ini? Secara umum, hal-hal berikut ini harus diperhatikan: 1. Perhatikan kebersihan mata dan jangan menyeka mata dengan tangan kotor atau sapu tangan kotor untuk mencegah trakoma dan mata merah muda.  2, mata ke pasir, jangan pernah menggosok mata dengan tangan Anda, terutama benda asing kornea, harus segera pergi ke rumah sakit untuk meminta dokter mata untuk mengeluarkannya, untuk mencegah lecet kornea dan infeksi bakteri. Setelah benda asing kornea diangkat, sering kali terjadi kerusakan pada epitel kornea dan harus diberikan obat tetes mata antibiotik atau salep mata antibiotik selama lebih dari 3 hari. Jika kerusakannya luas, bantalan mata harus ditambahkan setelah mengoleskan salep mata dan pemeriksaan harian harus dilakukan di rumah sakit untuk mencegah infeksi.  3 . Setiap kali terjadi iritasi pada mata saat Anda pilek atau demam, seperti fotofobia, air mata, nyeri dan ketidakmampuan untuk membuka mata, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan memperhatikan perubahan keratitis dini.  4. Mereka yang menderita konjungtivitis, trakoma, entropion, dan sakulitis lakrimal kronis harus diobati sejak dini.  5. Saat memesan obat tetes mata, jangan sampai botol menyentuh kelopak mata untuk mencegah kontaminasi bakteri dan infeksi.  6. Berolahraga dan menguatkan tubuh Anda untuk menghindari pilek dan penyakit demam lainnya.  7. Apabila berada di luar ruangan, disarankan untuk mengenakan kacamata hitam untuk mencegah paparan langsung pada mata terhadap sinar ultraviolet. Di lingkungan industri, disarankan untuk menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah bahan kimia atau benda asing masuk ke dalam mata.