Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang. Beberapa pasien juga memiliki pertanyaan: jika mereka telah menderita kanker payudara, apakah saudara perempuan atau anak perempuan mereka berisiko terkena penyakit ini? Penelitian terbaru telah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: kanker payudara memang bersifat herediter. Tetapi tidak perlu panik, karena persentase kanker payudara yang benar-benar keturunan kurang dari 5% dari semua kanker payudara, dan itu untuk wanita kulit putih. Ada bukti bahwa pada wanita Tiongkok, persentase ini bahkan lebih rendah. Bagaimana kanker payudara diturunkan? Ini adalah pertanyaan yang lebih spesialis. Sederhananya, separuh materi genetik anak berasal dari ayah dan separuhnya lagi dari ibu, dan jika salah satu orang tua memiliki cacat pada materi genetik, maka hal itu dapat diturunkan kepada anak. Sekarang telah ditetapkan bahwa perkembangan kanker payudara herediter dikaitkan dengan cacat genetik ini, yang berarti bahwa orang dengan cacat genetik rentan terhadap kanker payudara. Oleh karena itu, kanker payudara diwariskan ke generasi berikutnya melalui transmisi cacat genetik. Cacat genetik seperti itu telah diidentifikasi pada wanita kulit putih, dan wanita yang membawa cacat tersebut memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada populasi umum. Oleh karena itu, pengujian cacat genetik ini pada orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara bermanfaat untuk diagnosis dini dan pencegahan kanker payudara. Namun, data ini terbatas pada wanita kulit putih, yang latar belakang genetiknya sama sekali berbeda dari wanita Tionghoa, sehingga data dari wanita kulit putih tidak dapat ditransposisikan ke wanita Tionghoa, dan sejauh ini hanya ada sedikit penelitian serupa pada wanita Tionghoa, dan belum memungkinkan untuk memberikan jawaban yang spesifik.