Dapatkah saya mengonsumsi suplemen yodium jika saya memiliki tumor tiroid?

  Tumor tiroid adalah jenis gangguan tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ endokrin penting di leher tubuh, yang terutama mengeluarkan hormon tiroid, selain kalsitonin. Yodium adalah bahan baku penting untuk sintesis hormon tiroid dan kekurangan yodium dapat menyebabkan beberapa gangguan tiroid, sementara asupan yodium yang berlebihan juga dapat memicu gangguan tiroid.  80-90% yodium tubuh berasal dari makanan, 10-20% dari air minum dan 5% dari udara, jadi yodium dari makanan adalah sumber utama yodium bagi tubuh. Kelenjar tiroid itu sendiri dapat menderita berbagai gangguan, dan gangguan pada sistem tubuh lainnya terkadang dapat memengaruhi fungsi tiroid. Pembengkakan (nodul) kelenjar tiroid, berbagai bentuk tiroiditis, hipotiroidisme primer, dll. Penyakit-penyakit ini biasanya diobati dengan obat-obatan atau operasi dan tidak memerlukan suplementasi yodium dalam jumlah besar, tetapi umumnya hanya diet normal. Jika Anda memiliki tumor tiroid, Anda tidak perlu mengonsumsi makanan kaya yodium seperti rumput laut atau nori.  Gondok endemik, yang umumnya dikenal sebagai ‘penyakit leher besar’, adalah penyakit kekurangan yodium dan hanya dapat dicegah sepenuhnya dengan suplementasi yodium. Tindakan paling mendasar untuk memerangi kekurangan yodium adalah iodisasi garam, yang merupakan metode yang aman, efektif, permanen, ekonomis, dan tersebar luas.  Salah satu jenis penyakit tiroid disebut hipertiroidisme, atau disingkat “hipertiroidisme”. Penting untuk tidak makan tablet yodium atau makanan yang kaya yodium, seperti tanaman laut seperti rumput laut dan rumput laut, atau hewan laut seperti ikan, udang dan kepiting, yang mengandung yodium dalam jumlah sedang.