Apa yang dimaksud dengan displasia pinggul dewasa?

Pinggul adalah sendi “bola dan soket” terbesar dalam tubuh manusia, yang disatukan oleh struktur seperti ligamen, tendon, dan kapsul sendi. “Bola” adalah kepala femoralis, yang terletak di bagian atas tulang paha (tulang paha), dan “soket” adalah asetabulum, yang merupakan bagian dari panggul. Biasanya, kepala femur dan acetabulum sangat cocok sehingga “bola” dapat berputar dengan bebas di dalam “soket”. Tulang rawan artikular adalah permukaan yang halus dan rata yang menutupi kepala femoralis dan acetabulum yang memungkinkan sendi panggul bergerak dengan mudah dan bebas. Labrum adalah jenis tulang rawan yang berada di tepi acetabulum, yang membungkus sendi panggul secara menyeluruh dan memungkinkan sejumlah cairan tetap berada di dalam sendi. Labrum juga bekerja dengan otot, ligamen, dan kapsul sendi di sekitar sendi untuk menstabilkan pinggul. Dokter menggunakan berbagai istilah ketika menggambarkan displasia pinggul, tergantung pada tingkat keparahan dan permulaan kondisi, seperti: displasia pinggul, displasia pinggul perkembangan, dislokasi pinggul perkembangan, displasia asetabular, dislokasi pinggul, dan dislokasi pinggul bawaan. Displasia pinggul biasanya merujuk pada masalah dengan bentuk sendi pinggul yang mencegah “soket” sendi pinggul menahan dan menopang kepala tulang paha, yang dapat menyebabkan keausan abnormal pada tulang rawan dan labrum. Ketika sendi terkilir atau “soket” dangkal, keausan tulang rawan artikular dipercepat. Ini seperti tapak pada ban mobil. Jika ban mobil tidak seimbang atau bergeser, tapak ban akan aus lebih cepat dari biasanya. Setelah tapak ban aus, ban harus diganti. Meskipun ada sejumlah ilmuwan yang melakukan penelitian terkait, tidak ada satu metode yang dapat diandalkan untuk menumbuhkan kembali tulang rawan yang aus. Perawatan saat ini sangat bergantung pada perubahan gaya hidup dan pembedahan. Sebagai contoh, penggunaan kruk, penurunan berat badan atau obat artritis dapat membantu dalam jangka pendek, tetapi karena persendian itu sendiri berubah secara permanen, perawatan non-bedah tidak memberikan hasil jangka panjang yang dapat diandalkan kepada pasien, dan kondisinya dapat memburuk secara bertahap dari waktu ke waktu.