Kanker serviks adalah tumor ganas yang umum terjadi pada sistem saluran reproduksi wanita, menempati urutan kedua dalam tumor ganas wanita, dan telah ditandai dengan tingginya insiden dan rendahnya usia dalam beberapa tahun terakhir, yang secara serius membahayakan kesehatan dan kehidupan wanita. Statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa ada sekitar 500.000 kasus baru kanker serviks dan lebih dari 200.000 kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia setiap tahun, di mana, 80% kematian terjadi di negara berkembang. Infeksi HpV berisiko tinggi merupakan faktor utama terjadinya kanker serviks, dan lebih dari 90% kanker serviks disebabkan oleh infeksi HpV. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dengan jelas menunjukkan bahwa infeksi HpV risiko tinggi diperlukan untuk patogenesis kanker serviks. Oleh karena itu, skrining untuk HPV risiko tinggi sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan kanker serviks. Di negara maju, tes ini telah dimasukkan sebagai program skrining rutin, dan direkomendasikan bahwa semua wanita yang telah aktif secara seksual selama lebih dari tiga tahun harus menjalani tes ini. Meskipun para ginekolog sekarang menyadari pentingnya pengetikan HPV untuk diagnosis dan pencegahan kanker serviks, dan negara-negara maju telah menetapkan sistem skrining kanker serviks yang komprehensif, namun dalam praktik klinis, masih kurang obat pencegahan dan terapi yang efektif. Saat ini tidak ada obat ideal di pasaran di China yang secara langsung menghilangkan dan membunuh virus HpV.