Perawatan saluran kemih untuk wanita hamil

Kehamilan dan infeksi saluran kemih Karena perubahan hormon dalam kehamilan, sistem saluran kemih dapat melemah. Rahim yang membesar juga dapat menekan kandung kemih dan ureter, menyebabkan urin terperangkap dalam ginjal atau kandung kemih, sehingga meningkatkan kemungkinan pertumbuhan bakteri. Perubahan pH vagina membuat wanita hamil sangat rentan terhadap vaginitis, suatu kondisi yang juga dapat meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih. Wanita hamil dengan kondisi seperti diabetes, anemia sel sabit, kelainan saluran kemih atau batu juga berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih. Keseriusan infeksi saluran kemih selama kehamilan Infeksi saluran kemih selama kehamilan tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan ibu, misalnya dengan menyebabkan kondisi serius seperti preeklampsia, tetapi juga dapat berdampak negatif pada janin. Jika infeksi berkembang menjadi pielonefritis akut, kemungkinan keguguran atau kelahiran prematur akan meningkat. Menurut statistik, sekitar 3-9% wanita hamil mengalami bakteriuria tanpa gejala, dan 13,5%-65% di antaranya berkembang menjadi pielonefritis akut. Setelah bakteriuria tanpa gejala diobati, kemungkinan bakteriuria menjadi pielonefritis akut akan berkurang secara signifikan. Tips kesehatan saluran kemih untuk wanita hamil Tetap terhidrasi, jangan menunggu sampai Anda haus untuk minum, dan biasakan untuk pergi ke toilet ketika Anda merasa ingin buang air kecil. Minumlah sekitar 1.500cc-2.000cc air setiap hari, atau sebagai referensi untuk mencapai keluaran urin 1.500cc sehari. Lebih memperhatikan kebiasaan kebersihan pribadi juga merupakan cara paling efektif untuk merawat saluran kemih Anda. Menurut penelitian terbaru, buah cranberry mengandung A-type primocyanidins, yang secara kimiawi terstruktur untuk mencegah E. coli menempel pada epitel mukosa saluran kemih. 250cc-300cc jus cranberry per hari secara efektif dapat mengurangi infeksi saluran kemih. Minum lebih banyak yoghurt juga dapat membantu menjaga ekologi bakteriologis tubuh dan tingkat pH normal, yang juga berguna untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pielonefritis akut biasanya terjadi ketika ginjal terinfeksi melalui kandung kemih. Penyebab pielonefritis termasuk refluks vesikoureteral, obstruksi ureter, kombinasi, dan diabetes. Selain gejala umum sistitis, pielonefritis akut dapat berupa menggigil, demam tinggi, kelemahan umum, nyeri punggung, mual dan muntah, dan dalam beberapa kasus, syok septik, yang dapat mengancam jiwa. Rawat inap biasanya diperlukan.