Apa penyebab insufisiensi serebral kronis?

  Meningkatnya jumlah pasien lansia dengan insufisiensi serebral di masyarakat perlu ditanggapi secara serius. Insufisiensi serebral kronis adalah penyakit yang menyebabkan berbagai iskemia dan hipoksia di otak karena berbagai alasan. Oleh karena itu, insufisiensi otak kronis adalah “pisau lunak” yang mengancam kesehatan orang paruh baya dan lanjut usia.  1. Penyebab: (1) Faktor pembuluh darah: aterosklerosis, hipertensi, hiperlipidemia, diabetes, obesitas, merokok, konsumsi alkohol, dll., semuanya merupakan faktor risiko aterosklerosis. Hal ini diikuti oleh arteritis dan stenosis arteri.  (2) Faktor hemodinamik: Jika tekanan darah sistolik melebihi 160mmHg atau tekanan darah diastolik di bawah 80mmHg, akan menyebabkan penurunan aliran darah ke otak.  (3) Perubahan komposisi darah: seperti gangguan lipid, trombositosis, hipertensi, dan diabetes dapat meningkatkan viskositas darah dan mengurangi pasokan darah normal ke jaringan otak.  (4) Trombosis mikro: yaitu plak aterosklerotik copot dan membentuk emboli mikro dalam aliran darah, yang menghalangi pembuluh darah kecil dengan aliran darah ke arteri kecil otak, mengakibatkan kekurangan pasokan darah otak lokal.  2. Gejala umum meliputi: (1) Pusing berulang, kepala terasa ringan, kepala terasa berat, sakit kepala dan mengantuk.  (2) Iritabilitas, tinitus, ketidaksabaran, mudah tersinggung, insomnia dan ketidakstabilan emosi.  3. Pencegahan dan pengobatan: Insufisiensi otak kronis memiliki konsekuensi serius, tetapi dapat dicegah dan gejala awal dapat dipulihkan, sehingga pengobatan yang tepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, Anda menderita insufisiensi serebral dan harus memperhatikan pengobatan tepat waktu.