Pilek karena virus, biasanya dibagi menjadi pilek karena virus dan bakteri. Atau pilek biasa dan influenza. Pilek akibat virus adalah: pilek biasa, influenza, dan faringitis akibat virus. Pilek akibat bakteri adalah: faringotonsilitis bakteri. Perbedaan utamanya adalah faktor penyebabnya berbeda; pilek virus disebabkan oleh virus, sedangkan pilek bakteri disebabkan oleh bakteri. Influenza, adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini ada di saluran pernapasan pasien dan ditularkan ke orang lain melalui percikan saat pasien batuk atau bersin. Influenza sangat menular dan karena virusnya mudah bermutasi, bahkan orang yang pernah terkena influenza masih bisa terkena pada saat terjadi wabah, sehingga influenza dapat dengan mudah menyebabkan wabah. Biasanya ada lebih banyak epidemi di musim dingin dan musim semi, dan 20-40% orang mungkin terinfeksi influenza setiap kali. Gejala influenza sederhana termasuk menggigil tiba-tiba, demam, sakit kepala, sakit dan nyeri umum, hidung tersumbat, pilek, batuk kering, nyeri dada, mual, kehilangan nafsu makan, dan pneumonia atau gagal jantung pada bayi, anak-anak atau orang tua. Pasien dengan bentuk toksik influenza dapat mengalami demam tinggi, mengoceh, koma, dan kejang-kejang, yang terkadang dapat berakibat fatal. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat mudah dan harus diisolasi serta diobati secara dini. Pilek biasa, umumnya dikenal sebagai flu, disebabkan oleh rhinovirus, coronavirus dan virus parainfluenza, yang ditemukan di saluran pernapasan pasien dan ditularkan ke orang lain melalui tetesan. Flu biasa jauh lebih tidak menular daripada influenza, dan orang umumnya lebih rentan terhadapnya saat mereka kedinginan, basah, atau terlalu lelah, karena daya tahan tubuh mereka berkurang. Inilah sebabnya mengapa flu biasa cenderung muncul secara individual, tidak seperti epidemi influenza di mana pasien muncul dalam kelompok. Awal dari flu biasa sebagian besar adalah demam rendah, jarang demam tinggi, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh, kelelahan dan lemas, gejalanya lebih ringan dari flu, dan tidak ada kekhawatiran untuk hidup. 1. Flu virus adalah infeksi pernapasan umum yang disebabkan oleh berbagai macam virus. Penyebabnya antara lain dingin, hujan, kelelahan, kurang gizi, dll. 2. Gejala utamanya adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, pilek, tenggorokan kering, sakit tenggorokan, batuk, suara serak, dan gejala lainnya. Manifestasi sistemik termasuk sakit kepala, nyeri tubuh, kelelahan, kehilangan nafsu makan, atau tidak demam, atau demam rendah, atau demam tinggi, menggigil dan gejala lainnya, perjalanan penyakit ini biasanya 3 hari sampai 7 hari. 3. Penularan: Virus ini menyebar ke udara melalui bersin, batuk, dan berbicara, lalu menulari orang lain. Orang sehat juga dapat terinfeksi virus dengan menggunakan handuk, wastafel, atau peralatan makan pasien. 4. Penderita pilek dan demam harus beristirahat di tempat tidur, menjaga kehangatan tubuh dan mengurangi aktivitas. Ventilasi rumah Anda sesering mungkin untuk menjaga suhu dan kelembapan tertentu. 5. Minum banyak air matang dan makan makanan yang ringan dan lembut. Manifestasi klinis Flu virus adalah penyakit non-infeksius, musiman tidak jelas, pasien umumnya tidak demam atau demam sedang, tidak menggigil, sedikit atau tidak ada gejala sistemik, perjalanan 1-3 hari, sedikit komplikasi seperti otitis media, pneumonia, dan ensefalitis. Influenza, di sisi lain, adalah penyakit menular kategori C, dengan musim yang jelas. Pasien umumnya mengalami demam tinggi 39 ° C – 40 ° C, menggigil, dan berlangsung selama 3-5 hari, dengan gejala sistemik yang jelas, seperti sakit kepala, nyeri otot, kelemahan, dan komplikasi seperti otitis media, pneumonia, dan ensefalitis. Pencegahan Karena tidak ada pengobatan khusus untuk pilek, dan begitu Anda terserang pilek, hal itu akan berdampak pada pekerjaan dan kehidupan Anda, maka pencegahan sangatlah penting. Memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah patogen menyerang adalah kunci pencegahan. Langkah-langkah utamanya adalah: 1, perhatikan olahraga dan atur kegiatan di luar ruangan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan iklim. 2. Berpakaianlah dengan tepat dan tambah atau kurangi pakaian sesuai dengan perubahan iklim untuk mencegah kedinginan atau kepanasan. 3. Mengontrol dan mengobati penyakit kronis dan memperbaiki kekurangan gizi. 4. Perhatikan ventilasi dalam ruangan dan hindari pergi ke tempat umum yang ramai dengan udara kotor. 5 . Hindari kerja berlebihan, mabuk, dan faktor pemicu lainnya. 6. Perhatikan kebersihan diri dan cuci tangan secara teratur.