Populasi Tiongkok yang menua meningkatkan permintaan untuk rehabilitasi disabilitas penglihatan

Situasi Rehabilitasi Tunanetra Saat Ini Terdapat 16,91 juta penyandang tunanetra di Tiongkok, dan katarak merupakan faktor utama penyebab kebutaan. Karena populasi yang semakin menua dan tingginya angka kejadian katarak, terdapat sekitar 500.000 pasien katarak baru di seluruh Tiongkok setiap tahunnya, dan kesulitan untuk melakukan pembedahan pada pasien yang tidak mampu masih menjadi masalah utama. Terdapat 11,13 juta orang dengan low vision di Tiongkok, 90 persen di antaranya membutuhkan rehabilitasi. Terdapat 5,78 juta orang tunanetra di Tiongkok, dan pelatihan orientasi dan mobilitas untuk tunanetra umumnya belum dilakukan. “Selama periode Rencana Lima Tahun ke-11, Tiongkok telah menyelesaikan 4.236.000 operasi katarak, dimana 1.276.000 operasi dilakukan secara gratis untuk pasien yang tidak mampu; secara kumulatif, lebih dari 63.000 tunanetra telah menerima pelatihan orientasi dan mobilitas, lebih dari 173.000 orang dengan penglihatan rendah telah dipasangi alat bantu penglihatan, dan 65.000 orang tua dari anak-anak dengan penglihatan rendah telah dilatih. Menurut “Laporan Analisis 2015-2020 tentang Prospek Pengembangan dan Prakiraan Investasi Industri Medis Rehabilitasi Tiongkok” yang dikeluarkan oleh Institut Penelitian Industri Prospektif, pada tahun 2013, negara ini telah menyelesaikan 746.000 kasus operasi pemulihan penglihatan katarak, turun 6,28 persen dari tahun ke tahun, dan melakukan operasi pemulihan penglihatan secara gratis untuk 291.000 pasien katarak yang tidak mampu. Bagan 1: Statistik operasi pemulihan penglihatan katarak yang dilakukan di Tiongkok dari tahun 2008 hingga 2013 (Unit: 10.000 kasus, %) Sumber: Disusun oleh Prospective Industry Research Institute Pada tahun 2013, negara ini memberikan alat bantu penglihatan kepada 129.000 pasien dengan penglihatan rendah, melatih 38.000 orang tua dengan anak yang memiliki penglihatan rendah, dan secara efektif melaksanakan pelatihan rehabilitasi keluarga. Pelatihan orientasi dan mobilitas diberikan kepada 12,0 juta orang tunanetra. Bagan 2: 2006-2013 Rehabilitasi Low Vision dan Pelatihan Orientasi dan Mobilitas untuk Tunanetra (Unit: 10.000 orang) Sumber: Lembaga Penelitian Industri Prospektif Mengumpulkan Kesenjangan dalam Permintaan Rehabilitasi Disabilitas Penglihatan 2007-2013, proporsi penyandang disabilitas di Tiongkok dengan disabilitas penglihatan yang telah menerima perawatan rehabilitasi secara keseluruhan mengalami tren peningkatan. persen. Pada tahun 2013, proporsi penyandang disabilitas netra yang telah menerima perawatan rehabilitasi di Tiongkok adalah 58,3 persen. Pada tahun 2013, 41,7 persen penyandang disabilitas netra di Tiongkok belum menerima perawatan rehabilitasi, dan masih ada kesenjangan yang besar dalam hal kebutuhan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas netra. Gambar 3: Proporsi penyandang disabilitas netra yang telah menerima perawatan rehabilitasi di Tiongkok, 2007-2013 (Unit: %) Sumber: Prospective Industry Research Institute Prospek kebutuhan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas netra Penuaan populasi merupakan hasil yang tidak dapat dielakkan dari perkembangan ekonomi dan kemajuan sosial, dan merupakan hukum umum perkembangan populasi di dunia. Pada awal tahun 1965, Perancis pertama kali menjadi negara lansia pertama di dunia, diikuti oleh Swedia. pada pertengahan hingga akhir abad ke-20, Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara maju lainnya memasuki masyarakat lansia satu demi satu. Saat ini, lebih dari separuh lansia di dunia tinggal di Asia, yaitu 54 persen, diikuti oleh Eropa dengan 22 persen. Abad kedua puluh satu akan melihat pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan proporsi lansia di dunia telah meningkat dari 8 persen pada tahun 1950 menjadi 10 persen pada tahun 2000, dan diproyeksikan mencapai 21 persen pada tahun 2050. Dalam hal perubahan proporsi penduduk lansia berusia 65 tahun ke atas terhadap total populasi, telah terjadi tren kenaikan dari tahun ke tahun, dan pada akhir 2013, jumlah penduduk lansia berusia 65 tahun ke atas di Tiongkok mencapai 132 juta jiwa, yang merupakan 9,7 persen dari total populasi. Gambar 4: Jumlah dan proporsi penduduk lansia berusia di atas 65 tahun di Tiongkok dari tahun 2007 hingga 2013 (Unit: 100 juta, %) Sumber: Prospective Industry Research Institute Dengan semakin menuanya populasi Tiongkok dan insiden katarak yang terus meningkat, permintaan Tiongkok akan rehabilitasi bagi tunanetra juga akan meningkat.