Infeksi rotavirus paling parah terjadi pada hari kedua hingga hari kelima, dan paling sering terjadi pada bulan November-Desember setiap tahun dan pada bulan Januari-Februari tahun berikutnya. Manifestasi utama infeksi rotavirus adalah diare berupa tinja encer atau seperti telur, disertai demam dan muntah, yang dapat berlangsung selama 2-3 hari, dan diare dapat terjadi hingga 10-20 kali sehari. Kondisi pasien paling serius sekitar 2-5 hari, di mana tubuh kehilangan banyak air karena diare, sehingga dehidrasi, asidosis, gangguan elektrolit, dll., dan bahkan kejang-kejang dapat dengan mudah terjadi. Tidak ada obat khusus untuk infeksi rotavirus, hanya pengobatan suportif simtomatik, dan seluruh perjalanan penyakit ini dapat berlangsung selama setengah bulan hingga satu bulan. Selain itu, detoksifikasi dalam tinja sebagian besar pasien dapat berlangsung sekitar 10 hari. Kesimpulannya, setelah infeksi rotavirus terjadi, pasien harus memperhatikan hidrasi, dan dapat diberi makan dengan jumlah yang tepat dari soda kue, garam halus dan air glukosa, dan juga harus mengontrol pola makan, dan pasien dengan muntah yang parah perlu berpuasa selama 6-12 jam.