Farmakope Umum 13 kategori obat yang harus dihindari selama menyusui: 1. Obat-obatan hormonal: menghambat pertumbuhan dan menghalangi pembentukan hormon dalam tubuh. 2. Obat antineoplastik: penggunaan metotreksat seminggu sekali dapat diterima pada wanita menyusui, tetapi parameter darah bayi harus dipantau secara ketat. 3. Obat untuk fungsi tiroid: Mengonsumsi obat tersebut dapat menyebabkan hipotiroidisme pada bayi. 4. Bromida: ruam dan kantuk. 5. Isoniazid: Pusing, insomnia, dan kurangnya konsentrasi dapat menyebabkan toksisitas isoniazid serta kegembiraan saraf pusat pada bayi. 6 . Sediaan kalium: dapat menyebabkan suhu tubuh bayi turun. 7 . Metotreksat: merusak ginjal bayi dan dapat menyebabkan mual dan muntah. 8 . Kloramfenikol: keracunan akumulasi, melawan sumsum tulang bayi. 9 . Sediaan alkaloid ergot: karena perannya dalam menghambat aktivitas prolaktin dan mengurangi sekresi susu. 10. Sediaan yang mengandung yodium dan yodium: karena yodium dapat menyebabkan gondok dan hipotiroidisme pada bayi, serta menghindari paparan bayi terhadap aktivitas radioaktif yang berlebihan. 11. Antibiotik: Beberapa antibiotik selama menyusui dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi dan menyebabkan perkembangan jenis bakteri yang kebal obat. 12. Pil kontrasepsi: Pil kontrasepsi oral selama menyusui dapat menangkal sekresi ASI dan overdosis dapat memengaruhi alat kelamin bayi, serta sangat mengurangi penyerapan mineral dan protein dalam ASI. 13. Jenis obat lain: Sediaan litium, obat sistem saraf pusat (misalnya antidepresan, psikosupresan, dll.), dan obat-obatan tertentu yang menyebabkan reaksi merugikan pada bayi karena perbedaan individu harus dihindari atau diawasi secara ketat. Selain itu, kecanduan alkohol, tembakau, dan obat-obatan terlarang pada ibu menyusui juga merugikan bayi: konsumsi alkohol oleh ibu tidak hanya mengurangi produksi ASI dan menghambat bayi, tetapi juga berdampak negatif pada perkembangan neurologis bayi.