Gastroparesis diabetik menyebabkan hasil akhir kembung yang lebih parah, ketidakmampuan untuk makan, dan akhirnya kematian akibat kolaps secara umum. Gastroparesis diabetes adalah komplikasi yang relatif umum dari neuropati otonom pada pasien diabetes. Karena saraf otonom diatur oleh makanan, motilitas gastrointestinal dipercepat secara signifikan setelah makan, yang memfasilitasi pencernaan dan penyerapan makanan. Namun demikian, karena riwayat diabetes yang panjang dan kontrol gula darah yang buruk, sensitivitas neuropati otonom terhadap makanan berkurang secara signifikan. Inilah sebabnya mengapa kembung pasien lebih terasa setelah makan dan makan berkurang secara signifikan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pasien tidak bisa makan. Pengobatan utama adalah mengendalikan gula darah di satu sisi, menyehatkan saraf di sisi lain, dan akhirnya memperbaiki gejala pasien dengan penggunaan obat motilitas gastrointestinal total.