Kurangnya penelitian sistematis dan kesimpulan yang jelas tentang diet untuk pasien epilepsi, dan aspek-aspek berikut dapat digunakan sebagai referensi dan panduan. (1) Diet badan keton Diet badan keton adalah diet tinggi lemak yang menghasilkan badan keton dalam tubuh setelah dikonsumsi oleh pasien epilepsi dan efektif atau dapat mengurangi kejang dalam beberapa kasus. Namun, diet tinggi lemak sering ditolak karena sulit ditoleransi. Diet yang dianggap efektif masih terus dipelajari. (2) Suplementasi vitamin dan unsur-unsur tertentu Telah diamati bahwa pasien epilepsi rentan terhadap kejang kejang ketika makanan mereka kekurangan vitamin B6 dan unsur-unsur tertentu seperti kalsium dan magnesium. Oleh karena itu, beberapa dokter secara rutin menerapkan vitamin B6 sebagai terapi tambahan. (3) Hindari minum alkohol Anggur dan minuman beralkohol memiliki potensi untuk menginduksi kejang pada pasien epilepsi, dan mereka harus diinstruksikan untuk tidak minum alkohol atau tidak minum. Meskipun tidak setiap kasus kejang secara klinis terkait dengan konsumsi alkohol, dokter atau anggota keluarga tetap harus menyarankan mereka untuk tidak minum alkohol. Jika konsumsi alkohol ditemukan secara signifikan terkait dengan kejang, pantangan harus diwajibkan untuk memastikan keamanan. Teh dapat digantikan dengan alkohol pada pertemuan keluarga dan teman serta liburan yang meriah. (4) Menetapkan diet ilmiah Pasien dengan epilepsi harus memastikan nutrisi yang memadai dan menghindari makan terlalu banyak atau terlalu lapar. Namun, perlu dicatat bahwa jika pasien kelebihan berat badan, ditambah beberapa obat anti epilepsi memiliki reaksi merugikan yang meningkatkan berat badan, seperti natrium valproate, carbamazepine, dll., maka ketika mengambil tindakan untuk mengontrol berat badan atau menurunkan berat badan, konsultasi lebih lanjut dengan dokter harus dilakukan, dan jangan melanjutkan secara membabi buta. Penambahan berat badan akibat obat-obatan kebanyakan bersifat membatasi diri, yaitu, sampai batas tertentu, tidak akan bertambah lagi. Mengambil tindakan diet atau pembatasan, jika tidak tepat, akan menyebabkan penurunan gula darah, gangguan elektrolit, tidak kondusif untuk pengendalian penyakit. Secara khusus, penurunan gula darah sampai tingkat tertentu dapat menyebabkan kejang, dan gangguan elektrolit tertentu dapat menyebabkan masalah yang sama. Yang disebut hipoglikemia spontan sering terlihat pada remaja, terutama pada wanita, dan harus diberi perhatian khusus.