Sebagian pasien bertanya bagaimana panas lembap muncul. Untuk mengilustrasikan alasannya secara lebih grafis, saya menggunakan analogi: Panas lembab muncul sebagian karena kelembaban eksternal, yang menyerang tubuh; sebagian lagi karena fungsi limpa dan lambung serta pola makan. Misalnya, jika sungai mengalir deras dan airnya relatif bersih, maka akan jarang terdapat endapan lumpur di dasar sungai; sebaliknya, endapan lumpur cenderung dihasilkan, yang akan berfermentasi seiring waktu dan menghasilkan panas. Jika jumlahnya tidak terlalu besar dan airnya mengalir deras, maka dapat dibuang melalui fungsi pembersihan diri sungai; sebaliknya, juga akan menghasilkan endapan lumpur dan bahkan kemacetan. Jika kapasitas pencernaan seseorang tidak baik (limpa dan lambung lemah, kurang sehat dalam transportasi dan transformasi), dan jika seseorang makan makanan dingin, berminyak, pedas dan menjengkelkan, mudah bagi air dan kelembaban untuk menumpuk dan berubah menjadi lembab-panas dari waktu ke waktu.