Infeksi intrakranial adalah salah satu penyakit yang lebih serius pada sistem saraf pusat, sebagian besar disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, mikoplasma, klamidia, mikobakteria, rickettsiae dan patogen lain yang masuk ke dalam sirkulasi darah, melalui sawar darah-otak, dan menyerang sistem saraf pusat, yakni tengkorak dan otak, sehingga mengakibatkan serangkaian gejala, yang dikenal dengan istilah infeksi intrakranial; termasuk ensefalitis, meningitis, dan abses otak. Jadi, bagaimana infeksi intrakranial terjadi? Umumnya, hal ini terjadi ketika pasien menjalani beberapa operasi terapi invasif karena gangguan kraniocerebral tertentu, misalnya, dalam bedah saraf, dokter dapat melakukan beberapa operasi invasif untuk merawat pasien dengan lebih baik, termasuk kraniotomi, drainase ventrikel, drainase kolam lumbal, pirau ventrikuloperitoneal, dan sebagainya, dan operasi ini akan membuat jaringan otak atau medula krural yang awalnya dilindungi oleh kulit kepala, tengkorak, dan meningen menjadi terkomunikasikan dengan dunia luar, yang mengarah pada peluang bagi bakteri patogen untuk mengambil keuntungan darinya. Bakteri patogen dapat memanfaatkan kesempatan ini. Infeksi intrakranial adalah komplikasi yang sangat berbahaya dan mengerikan, yang biasanya dimanifestasikan pada tahap awal sebagai demam, sakit kepala, muntah, gangguan kesadaran, leher terasa kaku, dan lain-lain, dan dapat menyebabkan cedera yang lebih serius pada tahap selanjutnya, yang bahkan dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, begitu infeksi intrakranial terjadi, harus segera diobati secara dini dan tepat waktu, agar tidak memperburuk kondisi, yang mungkin tidak dapat disembuhkan pada tahap akhir. Jadi, rumah sakit mana yang baik dalam menangani infeksi intrakranial? Rumah sakit umum sering kali tidak memiliki perawatan yang sangat efektif untuk infeksi intrakranial, terutama infeksi bakteri yang kebal obat yang lebih serius, seperti infeksi Acinetobacter baumannii, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa (nanah hijau). Karena hal ini cenderung muncul dengan cairan kavikula serebral yang bernanah, terapi anti-infeksi konvensional umumnya tidak efektif. Oleh karena itu, pasien dengan infeksi intrakranial harus segera memilih departemen rumah sakit khusus dan mendapatkan perawatan yang tepat.